Muara Enim, – Tidak henti-hentinya perhatian serta pengawasan dari Lembaga Aliansi Indonesia Divisi Basus D-88 Kabupaten Muara Enim didalam pengelolahan Limbah B3 Medis terus dilakukan.
Buktinya, saat melakukan infestigasi lapangan, Pos kesehatan Desa (Poskesdes) Desa Muara Harapan dibawah naungan Puskesmas Muara Enim, kembali membuktikan bobroknya pengelolahan limbah B3 medis yang akan mencemarkan pemukiman.
Poskesdes yang berada di desa Muara Harapan, Kecamatan Muara Enim, diduga telah menduping Limbah medis Ke media lingkungan tanpa izin,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Demikian dibenarkan oleh ketua Lembaga Aliansi Indonesia Divisi Basis D-88, DPC Kab.Muara Enim, Taufik Hermanto saat awak media mengkonfirmasi perihal telah ditemukan banyak tumpukan botol bekas obat serta obat kadarluarsa berbentuk tablet sisa dibakar di lingkungan Poskesdes Muara Harapan.
Taufik pun menjelaslan kronologi temuan tersebut, ” memang benar kami menemukan beberapa betol bekas obat,Serta obat bekas berbentuk tablet sisa bekas di bakar,tepat didepan Poskesdes dan samping,selain itu temuan ini disaksikan oleh salah satu kerabat bidan Atika, kader dari bidan serta tetangga bidan Poskesdes Muara Harapan.
” Karena bidan itu sedang tidak ada dirumah dinas Poskesdes maka ibu bidan meminta salah satu kader dari desa untuk mendapingin saya melihat sekitar lingkungan Poskesdes,” beber Taufik, Senin (14/11/2022).
Sangat mengejutkan setelah kami coba melihat dari depan rumah dinas Poskesdes kami langsung disuguhkan pemandangan bekas tempat bakar sampah dan kami menemukan beberapa botol bekas obat,namun bukan hanya sampai disana,kami mencoba bersama kader,serta warga berjalan kearah samping Poskedes,tenyata hal yang sama kami temukan,bahkan kami semua melihat adanya bekas botol obat serta obat bentuk tablet yang dibakar disana,dengan disaksikan kader,warga dan salah satu keluarga bidan,saya membawa sample limbah B3 medis tersebut.tutur taufik hermanto.
Setelah saya menemukan limbah B3 medis saya mencoba konfirmasi kepada Kepala kapuskes kecamatan Muara Enim,melalui saluran telepon Kapuskes muara enim mempersilahkan.kegiatan kami,namun saat saya hendak pulang saya dicegah oleh kader desa,mas tunggu ibu bidan dulu kata kader tersebut,namun saya bilang saya mau pulang,silahkan telepon bidan bilang kami sudah selesai dan akan bawa sample tersebut,tidak berselang lama kader tersebut menghubungi bidan Poskesdes Muara Harapan,lalu saya dipanggil oleh kader desa yang katanya ibu bidan mau bicara,setelah saya pegang Hp tersebut ada suara ibu bidan berbicara,jika urusan ini dengan atasan saya kepala Puskesmas Muara Enim,tadi kapuskes sudah telepon saya,kata bidan kepada saya,selanjutnya saya pun meminta izin jika akan membawa sample limbah B3 Medis tersebut,kepada ibu bidan,ibu bidan pun mengizinkan disaluran telepon tersebut,bahkan yang aneh nya jika ibu bidan bicara kepada saya kok datang ketempat saya saat saya tidak ada kata Bidan Poskesdes Muara Harapan,sedangkan sebelum saya berkeliling lokasi Poskesdes tersebut sudah minta izin dan ibu bidan sendiri yang mengutus kader dari desa tersebut untuk menyaksikan kegiatan saya.tegas taufik mengatakan.
Namun saat awak media mencoba klarifikasi kepada bidan yang bertugas di Poskesdes Muara harapan,bidan tersebut membantah hal itu dan bidan pun mengatakan kepada awak media jika tidak pernah ada pembakaran disekitar rumah dinas atau Poskesdes, karena kami ada mou selalu mengirim ke puskes induk,ujar bidan.
Goto siapa dan di lokasi manakah Taufik hermanto melakukan giat pengawasan Limbah B3 medis,sehingga bidan tersebut tidak mengakui jika ada nya pembakaran limbah Medis di lingkungan nya bertugas.
Sampai berita ini terbit,kami awak media masih mencari informasi dari pihak -pihak terkait.
[Zulhadi]

























