Sembilan Perahu Nelayan Situbondo Karam, Diterjang Angin dan Gelombang Besar

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com,Situbondo – Nasib pahit menimpa para nelayan di pesisir Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo. Gelombang tinggi yang datang secara tiba-tiba pada Minggu (7/6/2026) dini hari mengakibatkan sembilan perahu nelayan tenggelam dan mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.

 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu membuat para pemilik perahu tidak sempat melakukan penyelamatan. Saat kejadian, sebagian besar nelayan diketahui tidak berada di lokasi tambatan perahu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan laporan yang diterima Satpolairud Polres Situbondo, kondisi laut saat itu sedang pasang disertai angin kencang dan gelombang besar. Air laut yang masuk ke dalam perahu menyebabkan sejumlah perahu payangan karam di sepanjang pesisir Desa Jangkar.

 

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat pada pukul 06.00 WIB dan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pendataan serta membantu proses evakuasi.

 

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, anggota Satpolairud bersama unsur terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendataan, membantu evakuasi perahu yang tenggelam, serta berkoordinasi dengan TNI AL guna penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

 

Dari hasil pendataan, tercatat sembilan perahu nelayan mengalami kerusakan. Tiga unit mengalami rusak berat, sementara enam unit lainnya mengalami rusak sedang. Selain kerusakan badan perahu, hampir seluruh perlengkapan penangkapan ikan milik nelayan juga tenggelam dan rusak akibat terendam air laut.

 

“Kerugian yang dialami para nelayan diperkirakan mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta untuk setiap perahu, belum termasuk alat tangkap ikan yang turut rusak dan hilang terbawa gelombang.” Kata AKP Gede.

 

Menurut keterangan saksi di lokasi, cuaca ekstrem datang secara mendadak saat sebagian besar nelayan masih berada di rumah. Kondisi tersebut membuat para pemilik perahu tidak memiliki cukup waktu untuk mengamankan armada mereka.

 

“Air laut masuk sangat cepat ke dalam perahu. Karena kebanyakan pemilik tidak berada di pantai saat itu, perahu-perahu tersebut akhirnya tenggelam,” Jelas AKP Gede.

 

Pasca kejadian, personel Satpolairud Polres Situbondo bersama warga bergotong royong mengevakuasi perahu-perahu yang karam. Upaya tersebut dilakukan agar kerusakan tidak semakin parah dan aktivitas melaut para nelayan dapat segera kembali normal.

 

AKP Gede Sukarmadiyasa juga mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang belakangan sering terjadi di wilayah perairan Situbondo.

 

“Kami mengimbau seluruh nelayan agar selalu memantau perkembangan cuaca, rutin mengecek kondisi perahu yang ditambatkan di pesisir, dan segera melakukan langkah pengamanan ketika terdapat potensi cuaca buruk. Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem di wilayah pesisir dapat datang tanpa peringatan panjang. Bagi para nelayan Jangkar, gelombang besar yang menerjang saat subuh bukan hanya merusak perahu, tetapi juga mengancam sumber penghidupan yang selama ini menjadi tumpuan keluarga mereka.

Berita Terkait

Merespon Video Truk Oleng yang Viral, Satlantas Polres Situbondo Beri Edukasi Keselamatan dan Tindak Sopir
Jembatan Armco Garuda Merah Putih di Desa Minangandala Resmi Beroperasi Permudah Akses Warga dan Dorong Perekonomian
Babinsa Kendit Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa SDN 1 Balung
Respon Cepat Laporan Warga Kasat Samapta Polresta Banggai Bubarkan Balap Liar dan Mobil Parkir di Area Gelap Bandara
Dilahap Sijago Merah Rumah di Jalan Soekarno Luwuk Hangus Terbakar Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
TNI Dampingi Pengecekan Revitalisasi SMK “Farida Adz-Zikra, Wujud Sinergi Dukung Peningkatan Fasilitas Pendidikan
Pria Asal Luwuk Timur Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel Polisi Lakukan Penyelidikan
Polres Tangkap Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Banyuputih

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:09 WITA

Merespon Video Truk Oleng yang Viral, Satlantas Polres Situbondo Beri Edukasi Keselamatan dan Tindak Sopir

Senin, 27 Juli 2026 - 16:25 WITA

Jembatan Armco Garuda Merah Putih di Desa Minangandala Resmi Beroperasi Permudah Akses Warga dan Dorong Perekonomian

Senin, 27 Juli 2026 - 12:02 WITA

Babinsa Kendit Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Siswa SDN 1 Balung

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:02 WITA

Dilahap Sijago Merah Rumah di Jalan Soekarno Luwuk Hangus Terbakar Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:07 WITA

TNI Dampingi Pengecekan Revitalisasi SMK “Farida Adz-Zikra, Wujud Sinergi Dukung Peningkatan Fasilitas Pendidikan

Berita Terbaru