Suarautara.com, Banggai – Sekretaris umum (Sekum) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banggai, Hendra Tiro atau yang akrab disapa Ucil, menilai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Banggai belum memahami secara mendasar teori inflasi.
Kritik tersebut disampaikan Ucil kepada awak media pada Selasa, (16/9/2025). Menurutnya, inflasi adalah isu ekonomi yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, hingga ongkos produksi.
Karena itu, seorang legislator harus memiliki pemahaman yang benar terkait inflasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan Ketua Fraksi Gerindra dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu menunjukkan ketidakpahaman mendasar tentang teori inflasi.
Inflasi tidak bisa diukur hanya dengan satu-dua harga barang di pasar, melainkan melalui indeks harga konsumen (IHK) yang mencerminkan kondisi riil perekonomian,” tegas Ucil.
Ia menambahkan, ketidakpahaman seorang wakil rakyat terhadap teori inflasi bisa menyesatkan publik sekaligus melemahkan fungsi DPRD dalam mengawasi kebijakan ekonomi daerah.
Jika dasar pemahaman tentang inflasi saja tidak tepat, bagaimana mungkin bisa merumuskan solusi strategis menghadapi gejolak harga di lapangan,?
Literasi ekonomi bagi wakil rakyat sangat krusial, karena DPRD bukan hanya corong aspirasi, tetapi juga mitra kritis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya.
Ucil juga menekankan bahwa inflasi dipengaruhi oleh banyak faktor, baik lokal, nasional, maupun global.
Karena itu, seorang legislator perlu memahami akar persoalan inflasi agar bisa memberikan rekomendasi kebijakan yang konstruktif, seperti penguatan stok pangan strategis, mempercepat distribusi kebutuhan pokok, hingga mendukung program subsidi yang tepat sasaran.
Inflasi bukan sekadar angka statistik, melainkan denyut nadi kesejahteraan masyarakat.
Jika salah dipahami, maka kebijakan yang diambil pun bisa salah arah,” pungkasnya.
( AM’oks69)






















