Buol, Suarautara.com – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Buol bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah mengunjungi 15 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina yang ditemukan nelayan Buol di perairan Sulawesi, Kamis (22/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pj Sekda Buol Moh Yamin Rahim didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mansur Hentu, jajaran Dinas Sosial, serta Dinas Kesehatan. Rombongan menyambangi para WNA yang sementara ditampung di salah satu penginapan di Kelurahan Leok I, Kecamatan Biau.
Kepada awak media, Yamin Rahim menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, agar pemerintah daerah memberikan pelayanan dan jaminan kemanusiaan selama para WNA berada di Kabupaten Buol.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pesan Pak Bupati jelas, layani dan jamin keberadaan mereka selama di Buol. Mereka sudah tiga hari sejak ditemukan nelayan. Karena kondisi mereka memprihatinkan, Pemda langsung membawa mereka ke RSUD Mokoyurli untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Yamin Rahim yang akrab disapa MYR.
Ia menambahkan, setelah menjalani perawatan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Buol berinisiatif memindahkan para WNA tersebut ke penginapan agar dapat beristirahat dengan layak dan tenang bersama keluarga mereka.
“Pemda menjamin kebutuhan mereka selama di Buol. Selain pemerintah daerah, ada juga masyarakat serta OPD lain yang ikut membantu. Ini bentuk kepedulian dan sikap kemanusiaan. Kita juga harus saling menghormati, mengingat banyak nelayan kita yang mencari nafkah di perairan luar,” ungkapnya menirukan pesan Bupati Buol.
Lebih lanjut, Yamin Rahim menjelaskan bahwa pihak Kantor Imigrasi Kelas I Palu dijadwalkan akan membawa ke-15 WNA tersebut ke Kota Palu pada sore hari untuk proses pemulangan ke negara asal, setelah dilakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal Filipina di Manado.
“Jika tidak ada kendala, sore ini mereka akan diberangkatkan ke Palu oleh pihak Imigrasi. Alhamdulillah, Pemda Buol bersama Kantor Imigrasi Palu menanggung biaya akomodasi, dan juga mendapat dukungan dari masyarakat,” tandasnya.
Langkah cepat dan responsif Pemerintah Kabupaten Buol ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta menjaga hubungan baik antarnegara, khususnya di wilayah perairan yang menjadi jalur aktivitas nelayan. [**/Red]
























