SUARAUTARA.COM, Muara Enim – Keberadaan pembangunan jembatan penghubung tepatnya di ruas jalan Pulau Panggung Segamit Desa Batu Surau yang menghubungkan Desa Pulau Panggung Kecamatan Semende Darat Laut (SDL) dengan Desa Batu Surau Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT) serta Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kini dikeluhkan warga setempat.

Pasalnya, pembangunan jembatan dari kerangka baja dan perbaikan Geometrik yang diKerjakan Dinas PU lewat PT Buluran Permata Lematang dan PT Sukses Sarie Kintano diduga kuat tidak sesuai diinginkan dan membahayakan warga yang akan menggunakan jembatan tersebut.
Padahal, pembangunan jembatan kebanggan wilayah itu menelan biaya tidak sedikit yakni kurang lebih 39,700.000.000,00 Miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jembatan penghubung tersebut merupakan Jembatan sangat vital bagi warga setempat karena merupakan jalan penghubung satu-satunya diantara di tiga kecamatan yakni Kecamatan Semende Darat Tengah, Semende Darat Laut dan Semende Darat Ulu.
Diawal pembangunan jembatan tersebut, telah berapa kali dianggarkan dalam APBD dan BANGGUB, baik dari perencanaan dan kajian teknis. Pekerjaan Jembatan penghubung itu sudah hampir selesai dan siap digunakan masyarakat Semende, tetapi sangat disayangkan pembangunan tersebut tidak memuaskan karena jalan yang akan dilalui sangat curam dan membahayakan bagi pengguna jalan yang akan melewati jalan tersebut.
Salah satu tokoh masyarakat Semende, sebut saja (DD) pria 41 tahun ini kepada awak media menuturkan dirinya mewakili masyarakat sangat menyayangkan pembangunan jembatan dengan anggaran puluan miliar itu, tetapi hasil dilapangan sangat tak memuaskan.
” Saya menilai dengan anggaran sebesar itu dibanding dengan hasil pekerjaan tidak sesuai dengan harapan masyarakat sebagai pengguna jalan, karena selain curam, kondisi jembatan itu sangat membahayakan penggunanya,” ungkapnya.
Ia menambahkan kondisi ini sudah sejak lama dikeluhkan warga setempat, apalagi para pengendara yang melintas jalan tersbut..
“ Kendaraan kosong saja harus ekstra hati-hati untuk melintas karena kondisinya sangat curam dan menanjak, apa lagi kendaraan yang bermuatan berat,” Ketusnya.
DD mewakili masyarakat Semende berharap kepada Dinas Terkait, Bupati Muara Enim, DPRD Muara Enim ,Gubernur Sumsel dan juga pada Aparat Penegak Hukum (APH), BPK, KPK, Inspektorat di Kabupaten Muara Enim maupun di Propinsi Sumatera Selatan untuk mengecek langsung hasil pekerjaan ruas jalan dan jembatan tersebut.
Sayangnya upaya konfirmasi ke pihak PUPR Muara Enim melalui PPK, Aprie Sandi tidak dapat berhasil di temui dan saat dihubungi via pesan WhatsApp di nomor xxxx673949, tidak ada respond an jawaban sama sekali. (tim)
(ZHUL/Editor: Ruslan Panigoro)






















