Rakor Evaluasi Asta Cita di Banggai Disorot Pejabat OPD Pakai Topi Saat Kegiatan Resmi Tuai Kritikan dan Etika

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com, Banggai – Rakor Evaluasi Asta Cita di Banggai Disorot Pejabat OPD Pakai Topi Saat Kegiatan Resmi Tuai Kritikan dan Dimana Etika Kabupaten Banggai terpilih sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia di Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2025.

Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si.

Turut hadir unsur Forkopimda Sulteng serta para bupati dan Walikota seluruh wilayah se-Sulteng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya pemerintah daerah untuk menghadirkan program yang langsung menyentuh masyarakat miskin, sebagai upaya mempercepat pencapaian target pembangunan nasional.

Namun, di tengah berlangsungnya agenda resmi tersebut, awak media menyoroti sikap kurang etis seorang pejabat OPD Kabupaten Banggai yang mengikuti rapat dalam keadaan memakai topi, yang bukan peruntukannya dalam forum resmi.

Padahal, seluruh peserta rapat, termasuk kepala daerah dan unsur Forkopimda, hadir tanpa mengenakan topi – sebuah bentuk etika dasar dalam menghadiri acara kenegaraan maupun pertemuan resmi pemerintah.

Hingga kegiatan dibuka oleh Gubernur Sulteng dan berlangsung selama beberapa jam, pejabat tersebut tetap mengenakan topi.

Hal ini dinilai  etika kehadiran seorang pejabat publik, terlebih seluruh pejabat tak memakai topi,kegiatan tersebut juga disiarkan langsung oleh sejumlah media.

Awak media kemudian meninjau kembali ketentuan terkait etika penggunaan atribut, termasuk topi, dalam forum resmi pemerintahan.

Berdasarkan informasi, BKD Banggai sebelumnya telah beberapa kali menegaskan aturan etika berpakaian, khususnya larangan penggunaan topi non-ASN dalam acara formal.

Dengan adanya kejadian ini, awak media berharap BKD Kabupaten Banggai dapat memberikan teguran atau pembinaan terhadap pejabat yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, mengingat pentingnya menjaga citra dan wibawa pemerintah daerah dalam setiap forum pemerintahan.( AM’oks69 )

Berita Terkait

Regu Fahmil Qur’an Buol Lolos ke Final MTQ Sulteng 2026 Usai Tekuk Morut dan Toli-Toli
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan
Rembuk Stunting, Perkuat Komitmen Bersama Cegah Stunting Sejak Dini
Diduga Cemarkan Nama Baik di Medsos, Akun Facebook Fery Tap Dilaporkan Camat Ampana Tete
53 Siswa MIN 1 Banggai Lulus 100 Persen Kemenag Suardi Khanjai Pesan Jaga Akhlak dan Adab
Dikbud Touna Salurkan Dana Afirmasi 2026, 38 TK, PAUD, dan PKBM Terima Rp38 Juta Per Sekolah
Hari Pertama MTQ: Kafilah Kabupaten Buol Turunkan 13 Peserta Terbaik di Berbagai Arena Lomba
Diduga Kumpulkan KTP Warga untuk Pembebasan Lahan Sawit 500 Hektar, Kades Mire Diprotes

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:25 WITA

Regu Fahmil Qur’an Buol Lolos ke Final MTQ Sulteng 2026 Usai Tekuk Morut dan Toli-Toli

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:24 WITA

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:12 WITA

Rembuk Stunting, Perkuat Komitmen Bersama Cegah Stunting Sejak Dini

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:42 WITA

Diduga Cemarkan Nama Baik di Medsos, Akun Facebook Fery Tap Dilaporkan Camat Ampana Tete

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:42 WITA

53 Siswa MIN 1 Banggai Lulus 100 Persen Kemenag Suardi Khanjai Pesan Jaga Akhlak dan Adab

Berita Terbaru