SUARAUTARA.COM, Buol – Camat Paleleh Barat, Wahyudin Hi. Kadir,SE, bisa tertawa lepas, ketika ada perkampungan desa di wilayah yang dipimpinnya teraliri listrik PLN untuk pertama kali. Pasalnya sejak Indonesia merdeka, warga kampung Tangalan di Desa Oyak tidak dapat menikmati listrik untuk kebutuhan sehari-hari. Baik untuk keperluan memasak nasi atau sekedar mengisi ulang daya ponsel.
Untuk keperluan penerangan saja, warga harus menggunakan genset. Akibatnya, warga mengeluarkan biaya sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per bulan untuk membeli bahan bakar jenis premium, pertalait maupun solar. Itupun belum termasuk biaya pembelian dan perawatan mesin genset jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan.
Bandingkan saja jika menggunakan listrik PLN, uang untuk solar per bulan tadi, bisa dipakai membayar listrik PLN untuk tiga hingga empat bulan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Listrik itu sangat penting. Hadirnya listrik di perkampungan Tangalan di Desa Oyak Kecamatan Paleleh Barat, kabupaten Buol menyumbung dan beberapa desa lainnya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya di salah satu Kedai di bilangan Kanal Kali Buol, Senin (06/12/2021).
Wahyudin meminta, agar masyarakat turut menjaga aset infrastruktur kelistrikan yang sudah dibangun. “Agar pasokan listriknya aman, terutama dari gangguan tanam tumbuh yang berada disekitar jaringan listrik,” katanya.
Salah satu warga perkampungan Tangala di desa Oyak, Sinambri Mokodompit, kepada suarautara.com mengungkapkan kegembiraannya selama puluhan tahun tak menikmati aliran listri sehingga harus berusaha mengorek kantong untuk membeli bahan bakar agar dapat menikmati aliran litrik untuk kebutuhan rumah tangga dan anak anaknya untuk belajar pada saat malam hari.
“ Alhamdulillah pak, kita sudah bisa menikmati aliran listrik dari PLN, dan jujur sejak saya lahir, di kampung ini kali pertama kami menikmati aliran listrik,” ungkap Sinamri.
Lebih lanjut Ia mengaku bahwa sudah ada usaha-usaha dari pemerintah desa sebelumnya. Bahkan perjuangan puluhan tahun ini menjadi mimpi mereka untuk segera terpenuhi.
“ kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten, kecamatan, desa dan pihak PLN, semoga dengan masuknya aliran litrik di kampung kami bisa menambah gairah perekonomian rumah tangga dan kebutuhan lainnya”. tutup Sinambri.[rus]






















