SAUARAUTARA, Muara Enim – Akibat tidak terealisasinya dengan baik Program mantan Bupati Muara Enim Ahmad Yani pada Tahun 2019 terkait pengadaan Seragam gratis, yang dinilai sangat bermanfaat bahkan mampu memberikan penghasilan tambahan bagi Pelaku taylor/ Penjahit lokal, namun saat ini tidak berlaku untuk beberapa tahun terakhir ini setalah Ahmad Yani tidak menjabat lagi.
Taufik Hermanto, aktivis LSM Muara Enim terus menerus memperjuangkan hak-hak masyarakat tingkat bawah yang merasa terabaikan.
Belum lama ini Taufiik Hermanto terus mengadvokasi dan mengawal dugaan penggunaan limbah B3 Medis yang terkesan dibiarkan oleh dinas terkait, selain itu menyikapi persoalan tidak diikut sertakan bahkan di undang dalam pengadaan E KATALOG, di Dinas Pendidikan dan kebudayaan Muara Enim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Taufik Hermanto kepada awak media menerangkan bahwa setelah tidak menjabatnya Bupati Muara Enim, ir.Ahmad Yani, seharusnya Program seragam gratis dapat dirubah atau dihapuskan terkait mekanisme Pengadaan tersebut, seharus nya Pejabat Bupati terus menjalankan program ini dengan baik karena ketergantungan hidup dan pendapatan para pelaku usaha lokal, apalagi program ini telah di atur di dalam Peraturan Program Perioritas Bupati saat Bapak Ahmad Yani telah terpilih kalah itu,” ujar Taufik kepada media ini, Sabtu (17/12/2022).
Melihat beberapa tahun belakangan ini, pengadaan Seragam gratis yang bersumber dari APBD Muara Enim, tidak berdampak pada kemajuan perekonomian penjahit lokal di Muara Enim, sedangkan jika mengutip dari pernyataan Pj Sekda Riswandar, disalah satu pemberitaan media online mengatakan jika Penjahit lokal mampu menjahit sendiri terkait pengerjaan pengadaan Seragam gratis yang di peruntuk kepada Siswa SD dan SMP, namun bukti nya terbalik karena sampai hari ini para Penjahit di Muara Enim sendiri tidak mendapatkan Pengerjaan seragam tersebut, kemana dan dimana lokasi pembuatan seragam tersebut dikerjakan,” ungkap Taufik.
Saat awak media mendampingi Taufik Hermanto untuk meninjau langsung kelokasi para pelaku Taylor/ penjahit dan berbincang langsung beberapa waktu lalu, soal job jahitan seragam gratis tahun 2022 ini terungkap mereka tidak sama sekali menerima pekerjaan seragam gratis itu, padahal para penjahit lokal Muara Enim mampu untuk mengerjakan pakaian tersebut, ” tutur para penjahit.
Taufik Hermanto lebih lanjut menambahkan, jika pihaknya tidak akan tinggal diam melihat pembodohan kepada para pelaku Taylor dan para penjahit lokal yang dilakukan oleh oknum yang dengan sengaja mengambil keuntungan lebih dalam program ini.
” Saya atau kita semua sadar dan mengetahui ada nya tindak Pidana Kolusi dan Nepotisme, dalam program ini, dan saya berharap kepada semua pihak jangan ragu – ragu untuk melaporkan kepada aparat penegak hukum (APH), terhadap oknum – oknum LPSE dan pokja Dinas terkait yang diduga terlibat,” .pungkas nya
(ZulhadiAripin)
























