Suarautara.com, Touna — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Ratolindo Uentanaga Atas bekerja sama dengan Yayasan Hidayatullah Khairaat meluncurkan program penyaluran 1.000 porsi makanan bergizi setiap hari ke sembilan titik sekolah di wilayah tersebut.
Distribusi dilakukan setiap pagi mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WITA, dengan prioritas pengantaran ke sekolah terdekat dari dapur utama. Menu makanan bergantian setiap hari dan disiapkan oleh juru masak profesional yang memenuhi standar keamanan pangan.
Ketua SPPG, Abdul Rahman Lamatoro, S. Pd, kepada awak media menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah berjalan sejak 28 September 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program ini mulai dilaksanakan sejak 28 September lalu. Kami ingin anak-anak sekolah menerima asupan gizi yang cukup setiap harinya, agar tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin pagi (20/10).
Ia juga menjelaskan adanya sejumlah kendala teknis di lapangan:
“Kami menghadapi tantangan seperti keterlambatan bahan baku dan kondisi bahan yang kadang tidak sesuai standar. Distribusi ke sembilan titik hanya dengan dua petugas juga cukup berat, apalagi saat cuaca tidak mendukung,” jelas Abdul Rahman.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan program demi kesehatan anak-anak.
“Harapan kami, program ini bisa berjalan lancar, menurunkan angka stunting dan gizi buruk, serta memberi semangat baru bagi anak-anak untuk belajar,” tambahnya.
Pengurus Yayasan Hidayatullah Khairaat, Ibu Dewi, mengungkapkan bahwa dapur mulai beroperasi setiap hari sejak dini hari untuk memastikan makanan siap didistribusikan tepat waktu.
“Persiapan masakan dimulai pukul 01.00 dini hari. Tim kami sudah siaga dan bekerja bergiliran agar seluruh menu selesai maksimal pukul 07.00 pagi,” jelas Ibu Dewi.
Ia menambahkan bahwa semua proses mulai dari pengolahan bahan, pengecekan gizi, hingga pengemasan dilakukan dengan standar higienis.
“Kami tidak hanya ingin anak-anak kenyang, tapi juga mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi,” tegasnya.
Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan orang tua siswa.
“Kami sangat bersyukur. Anak-anak jadi lebih bersemangat ke sekolah karena tahu mereka akan dapat makanan bergizi,” kata Siti Nurhayati, orang tua siswa di SDN Ratolindo 1.
“Bagi kami yang ekonominya terbatas, program ini sangat membantu. Semoga tetap berjalan,” ujar Bapak Harun, tokoh masyarakat setempat.
Program ini diharapkan menjadi model kerja sama lintas sektor dalam mengatasi persoalan gizi anak sekolah di Tojo Una-Una dan daerah lainnya.[Agung Dilapanga]






















