Program Makan Bergizi Gratis di Touna Disorot: Dugaan Pemotongan Gaji Relawan dan Masalah Sisa Makanan Mencuat

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com,TOUNA-Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, tengah diterpa dua masalah krusial sekaligus. Program nasional ini disorot terkait adanya dugaan pemotongan gaji relawan di Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Ratolindo 1, serta kekhawatiran atas potensi sisa makanan (food waste).

Isu tersebut mencuat ke publik setelah sejumlah awak media mendatangi kediaman Wakil Bupati Touna, Surya, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Touna, pada Kamis (4/6/2026). Menanggapi laporan tersebut, Surya menegaskan akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi.

“Nanti saya balik dari Palu, kemungkinan hari Senin saya akan panggil Koordinator SPPG beserta mitra dapur untuk menindaklanjuti laporan ini. Jika terbukti melanggar dan tidak sesuai ketentuan juknis, maka saya selaku Ketua Satgas akan merekomendasikan dapur ditutup,” ujar Surya dalam keterangan persnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan Pemotongan Gaji Tanpa Aturan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah relawan di SPPG Ratolindo 1 mengaku bahwa hak pendapatan mereka diduga telah dipotong oleh seorang oknum dari Satuan Pelayanan Pangan Indonesia (SPPI) berinisial A.L. Para relawan menyebutkan bahwa pemotongan gaji tersebut dilakukan tanpa dasar aturan yang jelas dan menyalahi petunjuk teknis (juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Ancaman Food Waste Nasional dan Lokal

Selain masalah internal manajemen pengupahan, tata kelola makanan juga menjadi sorotan tajam. Data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan potensi food waste program MBG secara nasional bisa mencapai 3.000 hingga 3.800 ton per hari, atau setara dengan 4% sampai 5% dari total porsi yang dibagikan.

Sementara itu, untuk skala lokal Kabupaten Tojo Una-Una, sejauh ini belum ada data resmi mengenai jumlah makanan yang terbuang per hari dari total 11 SPPG yang saat ini sudah beroperasi.

Desakan Audit Menyeluruh

Hingga berita ini diturunkan, Koordinator BGN Touna belum memberikan tanggapan resmi mengenai dua isu yang tengah bergulir tersebut.

Akibat mencuatnya dua persoalan ini, sejumlah pihak mendesak pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap operasional SPPG di Touna.

Pewarta:Agung

Berita Terkait

SMKN 4 Bondowoso Raih Penghargaan “SIKAP Award 2026”
Perkuat Sinergitas Forkopimda Wakapolres Banggai Silaturahmi ke Kajari dan Dandim 1308/LB
Kapolsek Bunta Hadiri Rembuk Stunting Desa Rantau Jaya Perkuat Sinergi Cegah Stunting
Polwan Polresta Banggai Beri Pendampingan Psikologis kepada Anak Korban Dugaan Pelecehan Seksual
Diduga Alami Tekanan Darah Naik Wanita Asal Pagimana Terjatuh dari Motor Menuju Lamala
Camat Bambang Abdullah Sambut PT Agrinas Palma Nusantara Turun ke Toili Barat Selesaikan Konflik Lahan Sawit
TNI Tanamkan Nilai Kebersamaan kepada Siswa Baru SMK Al+Fallah Jangkar Melalui MPLS
Antisipasi Bencana, Disdamkarmat dan BPBD Edukasi Mitigasi Kebakaran Saat Reses Ketua DPRD Tojo Una-una
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:54 WITA

SMKN 4 Bondowoso Raih Penghargaan “SIKAP Award 2026”

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:52 WITA

Perkuat Sinergitas Forkopimda Wakapolres Banggai Silaturahmi ke Kajari dan Dandim 1308/LB

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:24 WITA

Kapolsek Bunta Hadiri Rembuk Stunting Desa Rantau Jaya Perkuat Sinergi Cegah Stunting

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:02 WITA

Polwan Polresta Banggai Beri Pendampingan Psikologis kepada Anak Korban Dugaan Pelecehan Seksual

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WITA

Diduga Alami Tekanan Darah Naik Wanita Asal Pagimana Terjatuh dari Motor Menuju Lamala

Berita Terbaru