Perbaiki Data Warga Miskin, Dinsos Bulukumba Lakukan Verval

Sabtu, 12 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA.COM, Bulukumba – Masih sering dengar orang miskin tidak mendapat bantuan atau tidak memiliki BPJS karena tidak masuk dalam database kemiskinan yang dikenal dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)?

Atau biasa mendengar dan melihat ada warga yang mampu tapi justru mendapat bantuan pemerintah? Kesalahan data warga miskin inilah yang berusaha diperbaiki Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Sosial (Dinsos)

Sebelumnya di beberapa kesempatan rapat internal, Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf meminta Dinas Sosial untuk segera memperbaiki atau mengupdate DTKS sebagai satu-satunya data rujukan untuk memberikan bantuan atau jaminan sosial dari APBD maupun APBN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perbaikan data ini penting agar penanganan warga miskin di Kabupaten Bulukumba tepat sasaran dan lebih efektif.

Di awal tahun 2022 ini, Dinsos Kabupaten Bulukumba mulai melakukan verifikasi dan validasi DTKS di seluruh kecamatan, desa/kelurahan.

Sebelum tim verifikasi dan validasi Verval) DTKS turun ke lapangan, pihak Dinsos terlebih dahulu melakukan sosialisasi di tingkat kecamatan terkait teknis pelaksanaan Verval. Bukan hanya DTKS yang divalidasi, namun juga data penerima BPJS Kesehatan dari skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD.

Sosialisasi Verval yang terakhir dilaksanakan di Kecamatan Gantarang yang digelar di Aula Kantor Camat Gantarang, Jumat 11 Februari 2022.

Kepala Dinas Sosial Andi Mappiwali mengatakan sosialisasi telah berakhir di semua kecamatan, selanjutnya pihaknya akan mengawal verifikasi dan validasi di tingkat desa dan kelurahan.

Jadi kan nanti ada Musdes dan Muslu. Di situ nanti akan hadir kepala desa, kepala dusun, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat,” katanya.

Melalui Musdes itu kata Mappiwali, nanti akan dibacakan apakah yang bersangkutan layak atau tidak. Yang tidak layak itu nanti diusulkan untuk dikeluarkan dari bantuan sosial.

“Seperti temuan BPK sekitar 16.000 lebih BPJS, di situ ada yang dibayarkan dobel, meninggal, pindah tempat dan tidak sesuai NIK,” ujarnya.

Olehnya ia berharap setelah pendataan DTKS dan PBI APBD ini, tak ada lagi ditemukan hal-hal seperti itu yang berakibat pengembalian. Sebab, data yang ada di DTKS nantinya sudah benar-benar valid.

Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Bulukumba, Besse Nasriana Djabbar mengatakan bahwa data PKH berkiblat pada DTKS. Menurutnya jika data yang ada di DTKS sudah bagus, maka otomatis data PKH juga bagus.

“Kami di PKH tidak pernah mengusulkan. Tapi data diambil dari DTKS. Rujukan data untuk penerima PKH dari DTKS. Jadi bukan pendamping PKH yang mendata,” katanya.

Ia menjelaskan, pendamping PKH juga tidak melakukan verifikasi data. Namun, ketika data DTKS sudah masuk, maka pendamping PKH juga turun langsung melihat kondisi di lapangan.

“Kalau misalnya tidak layak menerima bantuan, langsung dikeluarkan,” terang Besse.

Besse menyebut ada 15.004, jumlah keseluruhan penerima PKH di Bulukumba per Desember 2021. Untuk tahun ini katanya, kemungkinan penyalurannya nanti di bulan Maret karena sementara proses masuk ke rekening KPM masing-masing.

“Kalau untuk penyaluran, kan KPM PKH punya rekening masing-masing yang didistribusikan lewat Bank Mandiri. Jadi mereka bisa mengambil bantuannya di mana saja. Bisa diambil di agen atau di ATM terdekat di sekelilingnya,” katanya.

Sementara, staf bidang Linjamsos Dinas Sosial Bulukumba Nova Anrina menerangkan saat ini sementara menunggu hasil verifikasi dari desa/kelurahan yang melakukan identifikasi secara langsung di warganya.

Kita upayakan Februari ini sudah ada usulan yang masuk karena pengusulan ke Kementerian Sosial itu sebelum tanggal 30 setiap bulannya,” ujarnya.

Menurut Nova, setelah pemerintah desa identifikasi ke lapangan terkait verifikasi data yang ada saat ini, maka akan dibuatkan musyawarah desa/kelurahan usulannya, dengan melibatkan seluruh unsur desa/kelurahan yang terkait.

“Data yang akan diusulkan itu, setelah desa kirim ke Dinsos. Selanjutnya Dinsos buat usulan pengesahan yang ditandatangani Bupati. Setelah itu dikirim ke Kementerin Sosial melalui aplikasi SIKS-NG,” jelasnya. (FN)

 

Editor: Firman Syam 

Berita Terkait

Resmi Bergulir Bupati Cup ASN Mini Soccer 2026 Diikuti 29 Tim Perkuat Silaturahmi Sportivitas dan Sinergi Antarinstansi di Banggai
Tiga Rumah Warga di desa Gayam, Kecamatan Botolinggo, Bondowoso Alami Kebakaran
Tanpa Dukungan Pemda dan BSI Luwuk Atlet Binaraga Banggai Fitra Wardhana Tetap Raih Dua Gelar Nasional Harumkan Nama Daerah
Respon Cepat Laporan Warga Kasat Samapta Polresta Banggai Bubarkan Balap Liar dan Mobil Parkir di Area Gelap Bandara
Dilahap Sijago Merah Rumah di Jalan Soekarno Luwuk Hangus Terbakar Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
Pria Asal Luwuk Timur Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolsek Luwuk Sita 173 Botol Miras Berbagai Merek Dari MA Diamankan Kos kosan nya
Kadis DPMD Banggai Hasan Baswan Sosialisasikan SayaPeDesa Hadirkan Narasumber Rastono Sumardi Digitalisasi Kunci Pelayanan Desa Cepat dan Transparan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:22 WITA

Resmi Bergulir Bupati Cup ASN Mini Soccer 2026 Diikuti 29 Tim Perkuat Silaturahmi Sportivitas dan Sinergi Antarinstansi di Banggai

Senin, 27 Juli 2026 - 21:28 WITA

Tiga Rumah Warga di desa Gayam, Kecamatan Botolinggo, Bondowoso Alami Kebakaran

Senin, 27 Juli 2026 - 15:53 WITA

Tanpa Dukungan Pemda dan BSI Luwuk Atlet Binaraga Banggai Fitra Wardhana Tetap Raih Dua Gelar Nasional Harumkan Nama Daerah

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:47 WITA

Respon Cepat Laporan Warga Kasat Samapta Polresta Banggai Bubarkan Balap Liar dan Mobil Parkir di Area Gelap Bandara

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:02 WITA

Dilahap Sijago Merah Rumah di Jalan Soekarno Luwuk Hangus Terbakar Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Berita Terbaru