SUARAUTARA.COM, Buol – Komunitas Relawan Bencana (KRB) Kabupaten Buol menyayangkan sikap BPBD terkait warga Monano yang dinyatakan hilang pada Sabtu, 11 November 2023, dimana hingga jelang hari kedua kejadian, pihak BPDB seakan tak peduli dan tidak berada di lokasi.

Diketahui, salah satu nelayan Desa Monano Laode Jafar Hum (60) turun melaut pada Sabtu, (11/11/2023), sekitar pukul 05 : 30 Wita, dan sekitar pukul 07.45 wita pagi, dibtemukan perahu sudah tidak ada orang oleh salah satu nelayan yang turun melaut. saat ini di duga korban jatuh di sekitaran pesisir laut desa Monano kurang lebih jarak 1 mil dari daratan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah kabar ditemukannya perahu tersebut, pada Sabtu, (10/11/2023), aparat pemerintah desa Monano, Babinkamtibmas dan Babinsa serta warga melakukan pencarian di wilayah di duga korban jatuh.
Ramli Bantilan, SE selaku sekretaris KRB Kabupaten Buol saat berada di lokasi kejadian, kepada media ini mengatakan pihaknya sangat menyayangkan sikap BPBD atas kejadian ini.
Sikap KRB ini bukan tanpa alasan, dimana laporan assesmen awal oleh KRB kepada pemerintah daerah dan dinas teknis, Kapolres Buol, DanPos AL Leok, Kepala BPBD, Camat Karamat dan Kades Monano, Kalak BPBD Buol Abdurasyid, S,Sos tidak merespon dan melakukan Tindakan serta aksi di lokasi kejadian.
“ setahu kami pihak BPBD hanya datang ke lokasi untuk mengambil keterangan pada pukul 12 siang, kemudian langsung balik meninggalkan lokasi kejadian,” kesal Ramli bantilan.
Ramli menambahkan, saat ini pencarian Bersama tim SAR Tolitoli masih nihil dan wilayah area pencarian 5 KM dari di temukannya perahu korban saat kejadian dan langsung menggelar briefing soal hasil pencarian tadi dari masing 2 armada Bersama Indra Setiawan kepala komando SAR Tolitoli.
“KRB sangat sesalkan sikap BPBD soal bencana sosial yang terjadi di Desa Monano, kami meminta posisi Kalak BPBD Buol untuk di evaluasi jika perlu diganti saja dengan pejabat yang peduli atas bencana sosial serta memiliki kepekaaan dan respon cepat atas kejadian dan bencana di daerah ini,”,” jelas Ramli dengan nada kesal.
Dari hasil informasi yang diperoleh, saat ini apparat tim SAR, KRB, pemerintah desa Monano, Babinkamtibmas dan Babinsa. KRB serta warga melakukan pencarian di wilayah di duga korban jatuh.
Upaya konfirmasi kepada Kalak BPBD Kabupaten Buol Abdurasyid, S,Sos terkait pernyataan KRB atas dugaan kelalayan dan slow respon BPBD Buol atas kejadian di desa Monano langsung ditanggapi. Kepada media ini Abdurasyid mengatakan bahwa keterlibatan BPBD dengan nelayan atau orang hilang karena melaut, hanya sebagai fungsi koordinasi dengan BASARNAS degan OPD terkait.
“ keterlibatan BPBD dgn org hilang krn melaut hax fungsi koordinasi dgn ba sarnas dgn opd terkait,” kata Abdurasyid via pesan wastappnya, Minggu (12/11/2023),
Ia pun menambahkan, saat kejadian dan ada laporan, BPBD lansung di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak BASARNAS dengan OPD terkait yakni dinas Perikanan.
“ Saat kejadian n ada laporan BPBD lsg di lapangan n lsg koordinasi dgn pihak ba sarnas dgn opd terkait dinas perikanan, dan sesuai dengan SOP, Basarnas akan turun dalam pencarian jika sudah 1×24 jam laporan bahwa kejadian sudah di pastikan baru meraka turun, jadi BPBD hanya memantau dan melaporkan kejadian,” pungkasnya.
*can






















