Buol, Suarautara.com – Pemerintah Desa Hulubalang sambut kedatangan tim penilai lomba desa-kelurahan Tahun 2025 di tingkat kecamatan Paleleh Barat, yang dilaksanakan kantor desa, Jum’at (21/2/2025).
Tim dipimpin oleh Camat Paleleh Barat, Wahyudin Hi Kadir, SE bersama kesie dan staf dan disambut oleh Kepala desa Hulubalang bersama aparat desa, BPD, LPM. TP PKK.
Kades Hulubalang Arlan L Amalu mengatakan bahwa Pemdes Hulubalang sudah jauh hari tengah mempersiapkan segala bentuk persyaratan dalam lomba desa Tahun ini, baik laporan penyelenggaraan pemerintahan, administrasi dan seluruh kegiatan secara tertulis baik penyelenggaraan pemerintahan desa, TP PKK, unsur dan Lembaga, pegawai syar’i, RT dan Linmas serta inovasi desa yang bakal diangkat menjadi potensi desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“ dalam lomba desa ini sebagai dasar penilaian dan laporan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan harus tertulis sesuai tupoksi masing-masing dan harus terdokumentasi lengkap, nah ini menjadi faktor penilaian di tim, dan kami sudah memenuhi hal itu, karena lomba des aini bukan melihat fisik desa itu sendiri, melainkan bagaimana pengelolaan administrasi yang tertata dengan baik, ”ungkap Arlan.
Sementara itu Camat Paleleh Barat, Wahyudin Hi Kadir, SE menjelaskan bahwa Lomba Desa yang digelar setiap tahun bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pemerintahan desa. Fokus utama dari lomba ini adalah menilai administrasi dan dampak nyata dari berbagai program yang telah dilaksanakan oleh desa.
“Penilaian lomba desa bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyelenggaraan pemerintahan desa, serta melihat dampaknya terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta inovasi desa.
Lomba ini juga menurut Wahyudin, sangat penting untuk memastikan bahwa dana desa digunakan dengan tepat dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” jelasnya kepada suarautara.com, Jum’at (21/2/2025).
Ia juga menambahkan, proses penilaian dilakukan secara digital melalui aplikasi FDR (Fasilitas Data Rekapitulasi), di mana semua dokumen dan kegiatan desa diunggah untuk dinilai.
“Kegiatan seperti rapat desa, kerja bakti, pembangunan infrastruktur, dan Posyandu harus terdokumentasi dengan baik dan dilaporkan untuk mendapatkan evaluasi yang objektif.
Selain itu, jelas Wahyudin menambahkan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan bukti nyata yang dihasilkan dari program-program yang dijalankan desa, bukan hanya pada laporan administratif semata. Hal ini diharapkan dapat menciptakan pemerintahan desa yang lebih transparan dan efektif,” tandasnya.
Untuk diketahui, penilaian tingkat provinsi dijadwalkan pada minggu kedua hingga minggu keempat bulan Juni 2025. Sementara itu, evaluasi tingkat kabupaten akan dilakukan pada minggu kedua hingga minggu keempat bulan Maret 2025.
Penilaian lomba desa yang berbasis data ini diharapkan dapat mendorong terciptanya desa yang lebih maju, berdaya saing, dan mandiri secara ekonomi. Dengan adanya evaluasi yang sistematis, desa dapat terus berkembang sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimilikinya, serta memberikan dampak positif terhadap masyarakat.(*)
























