Suarautara.com,Kota Batu – Kota Batu kembali mencatatkan peristiwa penting dalam perjalanan literasi dan pelestarian sejarah lokal melalui peluncuran buku Catatan Secuil Ketika Saya Bocil Tentang Kota Batu karya Sundjojo. Kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan acara Khataman Al-Qur’an Alumni IMAKOBA pada Ahad, 21 Juni 2026, di kediaman Cakndjojo, Jalan Raya Oro-Oro Ombo Nomor 17, Oro-Oro Ombo, Kota Batu, berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nostalgia.
Buku yang diterbitkan CV. Beta Aksara bersama HP3N Kota Batu dan SATUPENA Jawa Timur ini mendapat sambutan hangat dari para sahabat lama, tokoh masyarakat, pegiat budaya, dan para “konco dolen” yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidup Sundjojo.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Alumni IMAKOBA, Didik “Miste” Feridijanto, SH., Ketua SATUPENA Jawa Timur sekaligus editor buku Akaha Taufan Aminudin, Ketua Dewan Pakar Alumni IMAKOBA Dr. Slamet Henkus, Andrek Prana selaku Ketua Pokja Peningkatan Status Kota Batu, serta Wildan Bimantoro, anggota DPRD Kota Batu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir pula Kyai Arifin Mas’ud, Mohamad Hasyim, Munir Affandi, Abdul Mutolib, M. Yusuf Iskandar, M. Naseh, M. Syafi’i Taufan, Choirul Anam, Mukhlis N. Said, Suprayitno, Sumiantoro, Rubai, Yani Andoko, Erfa, Yuliana, Endah, Dwi Astuti Agustina, Aminingsih, Watik, Bu Yuli SMAI, Susi PAUD, serta sejumlah sahabat dan keluarga besar IMAKOBA yang selama ini dikenal sebagai “konco dolen” Sundjojo.
Dalam kesempatan tersebut, Sundjojo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan para sahabat yang telah membersamai perjalanan hidupnya. Menurutnya, buku ini lahir bukan semata-mata sebagai kumpulan kenangan pribadi, tetapi sebagai ikhtiar sederhana untuk merawat memori kolektif Kota Batu agar tidak hilang ditelan zaman.
Akaha Taufan Aminudin selaku editor mengungkapkan bahwa buku ini memiliki keunikan tersendiri karena setiap memoar Sundjojo mendapatkan respons dalam bentuk puisi esai. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menjadi dokumentasi sejarah lokal, tetapi juga menghadirkan perspektif sastra yang memperkaya khazanah budaya Kota Batu.
Kehadiran para tokoh dan sahabat lama dalam acara tersebut menjadi bukti bahwa sejarah sebuah kota sesungguhnya dibangun oleh ikatan persaudaraan, persahabatan, dan kenangan yang terus hidup di tengah masyarakat.
Peluncuran buku Catatan Secuil Ketika Saya Bocil Tentang Kota Batu pun menjadi lebih dari sekadar peresmian sebuah karya. Ia menjelma menjadi ajang silaturahmi, temu kangen para konco dolen, serta peneguhan bahwa Kota Batu tidak hanya memiliki panorama alam yang indah, tetapi juga kekayaan sejarah dan kenangan yang patut dijaga bersama.
“Sebab sebuah kota tidak hanya dibangun oleh bangunan dan jalan-jalan, melainkan oleh orang-orang yang mencintainya dan cerita-cerita yang mereka wariskan.”
Kota Batu 21 Juni 2026
Akaha Taufan Aminudin
Alumni IMAKOBA
*Himpunan Penulis Pengarang & Penyair Nusantara HP3N SATUPENA JAWA TIMUR*

























