SUARAUTARA.(BOLMONG)- Abrasi air laut yang terjadi di pesisir Object Wisata Pantai Desa Lolan Kecamatan Bolaang Timur kabupaten Bolmong sudah sangat memprihatinkan. Jika tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, dalam kurun waktu 2-10 tahun mendatang wilayah Desa Lolan berpotensi tenggelam.
Pemprov Sulut dan Pemkab Bolmong tentunya tak boleh memandang sebelah mata persoalan ini. Jika lengah dan tak segera memasang penahan ombak desa Lolan yang di huni 382 kepala keluarga ini terancam tenggelam.
Seperti penuturan Rustam Manoppo warga desa Lolan Induk ketika bersua media ini pada Selasa, (21/06/2022).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
” Jika air laut naik warga desa Lolan yang sedang istirahat di rumah masing-masing langsung panik, Apalagi kalau malam hari spontan membuat warga panik dan merasa khawatir dan langsung menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
” Lihat saja kondisi jalan aspal, Awalnya utuh tetapi akibat abrasi pantai ada sekitar 4 meter kontruksi jalan aspal yang putus akibat di terjal ombak. Bangunan jalan paving blok yang bersumber dari Dana desa tahun 2019 lalu pun saat ini sudah tertutup pasir dan terancam hancur, ” Ujar Rustam.
Senada yang di sampaikan Yusdi Paputungan warga yang sama, ” Dulu banyak bangunan rumah berdiri di pinggir pantai tetapi sekarang penghuni rumah memilih pindah ke tempat yang aman, Kami juga sudah mengajukan Profosal pembuatan tanggul beton penahan ombak ke Pemprov Sulut dan Pemkab Bolmong sebanyak 2 kali dan saat itu sekitar 250 meter sudah pernah di ukur tapi hingga kini tak ada realisasi, ” Ucap Yusdi.
Sangadi Lolan Jumalan Paputungan S,Pd kepada awak media membenarkan ancaman abrasi pantai yang terjadi di desanya tepatnya di object destinasi wisata pantai Lolan.
” Selaku Sangadi saya berharap agar Pemkab Bolmong dan Pemprov Sulut dapat memperhatikan dan memprioritaskan pembangunan Beton tanggul penahan ombak atau pemecah ombak, karena jika ini terus di biarkan saya khawatir tanda awas dan siaga 1 akan di alami oleh warga kami, ” Tandas Jumalan.
Jumalan menambahkan kerusakan akibat kikisan ombak sudah merusak fisik pantai, Rumah warga banyak yang jadi korban, pohon kelapa banyak yang tumbang, Dan juga terjangan ombak sudah merusak infrastruktur desa yang berakibat kerugian negara dan perekonomian warga tidak berkembang.
Saya khawatir jika tak cepat di atasi ancaman abrasi akan lebih meluas ke pemukiman warga, Saat ini saja jika air laut naik sudah sampai ke TPU (Tempat Pemakaman Umum). Ini kan bisa fatal, ” Padahal Pantai Lolan di kenal dengan object wisata “Terang sangadi yang belum lama di Lantik ini.*
Editor : Asnan Kobandaha






















