TOUNA, SUARAUTARA.COM – Dugaan tindak kekerasan terjadi di lingkungan RSUD Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una. Seorang pegawai staf berstatus PPPK berinisial IW mengaku menjadi korban pemukulan oleh oknum pegawai berinisial MR yang disebut merupakan kepala ruangan di rumah sakit tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 10.00 WITA di area rumah sakit, tepat setelah IW menjemput anaknya yang masih berusia sekitar 8 tahun dari salah satu sekolah dasar di wilayah Bailo, Ampana Kota.
Kepada awak media, IW menceritakan kejadian bermula saat anaknya ingin ke toilet namun merasa takut bertemu dengan oknum MR. IW kemudian mencoba menenangkan anaknya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Anak saya mau BAB dan minta ditemani karena takut dengan oknum MR. Saya bilang masuk saja tidak apa-apa, tidak usah takut,” ungkap IW.
Namun, ucapan tersebut diduga terdengar oleh MR dan membuatnya tersinggung. IW menyebut oknum tersebut kemudian melontarkan kata-kata yang tidak pantas sebagai seorang aparatur sipil negara kepada dirinya yang hanya berstatus tenaga PPPK.
“Saya sempat membalas perkataannya, tapi tiba-tiba dia naik pitam dan langsung memukul saya di bagian bibir, pipi kiri, dan belakang kepala,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, IW mengalami luka sobek pada bibir, luka di bagian dalam pipi, serta bengkak di bagian belakang kepala. Lebih dari itu, korban mengaku terpukul secara psikologis karena peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh anaknya.
“Anak saya melihat saya dipukul di depan matanya. Dia sangat ketakutan dan sampai sekarang trauma,” katanya.
Merasa keberatan, IW telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tojo Una-Una untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Saya berharap aparat penegak hukum dapat menindak oknum MR sesuai undang-undang yang berlaku,” tutup IW.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen RSUD Ampana terkait insiden tersebut.** [Agung]






















