Banggai, Suarautara.com – Seorang oknum Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bualemo B, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan terhadap seorang warga yang juga menjabat sebagai Ketua RT di desa tersebut.
Korban diketahui bernama Hasran Jawaba, warga Desa Bualemo B yang juga menjabat sebagai Ketua RT. Sementara pelaku adalah Ilyas Aminula, yang diketahui menjabat sebagai Ketua BPD setempat.
Kejadian ini bermula dari kerja sama antara korban dan pelaku terkait pembajakan lahan milik pelaku. Hasran telah mengerjakan lahan tersebut selama lima hari dengan sistem pembayaran harian, sesuai kesepakatan. Namun, diduga karena tidak puas terhadap hasil kerja korban, pelaku yang dalam keadaan mabuk mendatangi korban dan melakukan pemukulan tanpa melalui musyawarah terlebih dahulu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Insiden penganiayaan terjadi pada Sabtu, 17 Mei 2025, di halaman rumah salah satu keluarga korban, tepatnya di kompleks lorong Dego-Dego, Desa Bualemo B.
Laporan resmi terhadap kejadian ini dilayangkan ke Polsek Bualemo sehari sebelumnya, yaitu pada Jumat, 16 Mei 2025, dengan nomor laporan: STTP/11/V/2025/Sek-Blmo.

Peristiwa kekerasan ini berlangsung di rumah salah satu kerabat korban, saat korban sedang menonton permainan domino bersama warga lainnya.
Menurut keterangan saksi keluarga korban yang enggan disebutkan namanya, pelaku tiba-tiba datang dan langsung memukul korban sebanyak tiga kali dua pukulan mengenai wajah korban dan satu pukulan berhasil dihindari. Saat itu, pelaku diduga dalam kondisi tidak sadar akibat konsumsi alkohol.
Motif dugaan kekerasan didasarkan pada rasa tidak puas pelaku terhadap hasil pekerjaan korban, meski korban mengaku telah menyelesaikannya sesuai kesepakatan.
Hingga saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh pihak Polsek Bualemo dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Pihak keluarga korban berharap agar proses hukum berjalan adil tanpa adanya intervensi.
Kami berharap proses hukum berjalan adil, dan tidak ada intervensi dari pihak manapun,” ujar salah satu anggota keluarga korban saat ditemui awak media.
( TimRedaksi/AmrillahMokoagow )

























