Banggai, Suarautara.com – Lurah Soho, Wismoyo Poma, turun langsung ke lapangan bersama Ketua RT 11 Amrillah Mokoagow untuk mengatasi penyumbatan drainase (got) yang berada di depan Kantor Kelurahan Soho, Minggu (15/6).
Penyumbatan ini diduga akibat tumpukan sampah warga yang dibuang ke got, dan diperparah oleh proyek pembangunan trotoar dua tahun lalu yang menutup akses perawatan saluran dan banyaknya pipa Air dari PDAM banggai agar segera di lakukan perbaikan.
Menurut Lurah Wismoyo, sebelum adanya proyek pembangunan trotoar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kawasan Jalan Sungai Musi tidak pernah mengalami banjir. Namun sejak drainase tertutup dan tidak lagi dapat dibersihkan, setiap musim hujan menyebabkan air meluap dan menggenangi jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dulu sebelum trotoar dibangun, got di sini tidak pernah menyebabkan banjir. Tapi setelah ditutup proyek, sekarang setiap hujan malah jadi langganan banjir,” ujar Wismoyo.
Ia menambahkan, pihak kelurahan sebenarnya telah menyampaikan kepada Dinas PUPR Provinsi bahwa yang dibutuhkan adalah perbaikan drainase, bukan pembangunan trotoar. Namun saran tersebut tidak diindahkan.
“Kami sudah usulkan agar drainase dibersihkan dan diperbaiki, bukan ditutup dengan bangunan permanen. Sekarang got sudah dangkal, tidak bisa menampung air, akhirnya banjir,” tegasnya.
Lurah Soho berharap pihak PUPR Provinsi Sulawesi Tengah segera bertindak dengan membongkar trotoar di titik-titik kritis agar drainase bisa dinormalisasi kembali.
Kami minta dengan tegas agar trotoar ini dibongkar dan drainase diperbaiki, sebelum kondisi makin parah saat musim hujan,” pungkasnya.
( TimRedaksi/AmrillahMokoagow )













