Labkesmas Dibangun di Buol, Jadi Tulang Punggung Surveilans dan Ketahanan Kesehatan Daerah

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Labkesmas Kabupaten Buol dalam proses perampungan/ Finising (Foto:Romy M'atiala)

Gedung Labkesmas Kabupaten Buol dalam proses perampungan/ Finising (Foto:Romy M'atiala)

Buol, Suarautara.com  — Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Kesehatan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang kini menjadi prioritas adalah pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), yang selama ini belum tersedia di Kabupaten Buol.

Pembangunan Labkesmas tersebut mulai direalisasikan pada tahun 2025 dan berlokasi di Kelurahan Leok II, Kecamatan Biau, tepat di kawasan strategis wilayah perkantoran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lokasi ini dinilai sangat representatif untuk mendukung operasional laboratorium serta memudahkan koordinasi lintas sektor.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Gamar Lahamade, saat dihubungi media pada Jumat (9/1/2026), menjelaskan bahwa kehadiran Labkesmas merupakan kebutuhan mendesak dalam rangka memperkuat sistem kesehatan daerah, khususnya pada aspek deteksi dini dan respons terhadap masalah kesehatan masyarakat.

Menurutnya, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Kesehatan yang berfungsi mengelola laboratorium kesehatan untuk mendukung upaya kesehatan masyarakat.

Labkesmas memiliki peran penting dalam deteksi dini penyakit, surveilans berbasis laboratorium, analisis masalah kesehatan dan lingkungan, serta respons cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah penyakit.

“Labkesmas akan menjadi tulang punggung penguatan data dan analisis kesehatan masyarakat di daerah. Selama ini Kabupaten Buol belum memiliki laboratorium kesehatan masyarakat sendiri, sehingga kehadirannya akan sangat membantu,” ujar Gamar.

Ia merinci, fungsi utama Labkesmas meliputi deteksi dini dan surveilans penyakit untuk memantau faktor risiko kesehatan masyarakat, pengujian berbagai sampel biologis seperti darah dan tinja, serta sampel lingkungan seperti air, udara, dan vektor penyakit.

Selain itu, Labkesmas juga berperan dalam menganalisis masalah kesehatan masyarakat dan memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat kesehatan.

Tak hanya itu, Labkesmas juga memiliki fungsi pembinaan, yakni memberikan bimbingan teknis, pengawasan, dan evaluasi terhadap laboratorium kesehatan lainnya, baik di Puskesmas maupun rumah sakit.

Secara berjenjang, Labkesmas terbagi dalam beberapa tingkat, mulai dari tingkat Puskesmas dengan kapasitas terbatas, tingkat kabupaten/kota (Labkesda), tingkat provinsi, regional, hingga tingkat nasional.

Pembangunan Labkesmas di Kabupaten Buol dirancang untuk berfungsi sebagai Labkesmas tingkat kabupaten/kota yang mampu mendukung pelayanan kesehatan primer secara optimal.

Lebih lanjut, Gamar Lahamade menegaskan bahwa keberadaan Labkesmas sejalan dengan agenda Transformasi Sistem Kesehatan Nasional, khususnya dalam penguatan layanan primer dan ketahanan kesehatan.

Dengan dukungan data laboratorium yang akurat dan terintegrasi, upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di daerah dapat dilakukan secara lebih efektif dan berbasis bukti.

“Dengan adanya Labkesmas, Kabupaten Buol akan lebih siap menghadapi tantangan kesehatan ke depan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Ronald,laindjong menambahkan bahwa pembangunan Labkesmas juga menjadi bagian dari upaya strategis daerah dalam meningkatkan kemandirian dan efisiensi layanan kesehatan.

Menurut Ronald,Laindjong selama ini berbagai pemeriksaan laboratorium kesehatan masyarakat masih harus dirujuk ke daerah lain, sehingga membutuhkan waktu, biaya, serta berpotensi menghambat kecepatan pengambilan keputusan dalam penanganan kasus kesehatan.

“Dengan adanya Labkesmas di Kabupaten Buol, proses pemeriksaan dan analisis sampel kesehatan masyarakat dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Ini sangat penting untuk mendukung pelayanan kesehatan yang responsif dan berbasis data,” jelas Ronald.laindjong

Ia juga menegaskan bahwa dari sisi sumber daya kesehatan, keberadaan Labkesmas akan membuka ruang peningkatan kapasitas tenaga laboratorium, baik melalui pelatihan, sertifikasi, maupun pengembangan kompetensi berkelanjutan.

“Labkesmas bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga pusat penguatan SDM kesehatan. Tenaga laboratorium akan memiliki standar kerja yang lebih jelas dan terukur sesuai regulasi Kementerian Kesehatan,” tambahnya.

Ronald berharap, setelah beroperasi penuh, Labkesmas Kabupaten Buol dapat menjadi rujukan utama pemeriksaan kesehatan masyarakat di tingkat daerah, sekaligus mendukung Puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan lainnya dalam upaya promotif, preventif, hingga respons kedaruratan kesehatan.

Pembangunan Labkesmas ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem kesehatan daerah serta mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Buol yang sehat dan berdaya saing.***

 

Sumber : Diskominfo

Berita Terkait

Tingkatkan Bacaan Al-Qur’an, Majelis Taklim Hidayah Buol Gelar Pengajian Mingguan
Dishub Buol Optimalkan Pengelolaan Parkir dan Pelabuhan Kumaligon, Target PAD 2026 Naik Rp50 Juta
Warga Hulubalang Desak Pembangunan Tembok Abrasi Pantai, Ancaman Kerusakan Pemukiman
Hadapi Pemangkasan Dana Desa, Pemdes Hulubalang Gelar Musrembangdes 2027
Kualitas Air Bersih Jadi Perhatian, Perumdam Motanang Tinjau Sumber Air Asahan
Pemdes Kokobuka Antisipasi Efisiensi Anggaran dengan Pengurangan Insentif
AKP Jordan RZ Pellokila Tekankan Penerapan KUHP Terbaru di Satreskrim Polres Buol
Polsek Belitang III Laksanakan Patroli Berikan Rasa Aman Pada Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:12 WITA

Tingkatkan Bacaan Al-Qur’an, Majelis Taklim Hidayah Buol Gelar Pengajian Mingguan

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:57 WITA

Dishub Buol Optimalkan Pengelolaan Parkir dan Pelabuhan Kumaligon, Target PAD 2026 Naik Rp50 Juta

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:44 WITA

Warga Hulubalang Desak Pembangunan Tembok Abrasi Pantai, Ancaman Kerusakan Pemukiman

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:15 WITA

Hadapi Pemangkasan Dana Desa, Pemdes Hulubalang Gelar Musrembangdes 2027

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:26 WITA

Kualitas Air Bersih Jadi Perhatian, Perumdam Motanang Tinjau Sumber Air Asahan

Berita Terbaru