MUARA ENIM, Suarautara.com — Pekerjaan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di ruas Desa Batu Surau – Pajar Bulan, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025, diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis. Dugaan ini mencuat setelah ditemukan bahwa kedalaman pondasi hanya mencapai 40 cm, padahal tinggi dinding mencapai 2 meter.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, proyek ini dikerjakan oleh CV Karya Sederhana, pemenang tender dengan nilai kontrak terkoreksi sebesar Rp 1.444.000.000, dari Harga Perkiraan Sementara (HPS) sebesar Rp 1.498.890.000. Perusahaan ini beralamat di Jalan Tawalib, Kelurahan Air Lintang, Muara Enim.
Pekerjaan konstruksi dimulai sejak minggu pertama Juli 2025, dengan masa pelaksanaan selama 173 hari kalender. Lokasi pertama pembangunan berada di Desa Pajar Bulan, tepatnya di sekitar Jembatan Bidit Saung Manan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ditemui di lokasi, perwakilan CV Karya Sederhana, Bayu, mengonfirmasi bahwa pengerjaan dilakukan sesuai jadwal dan kontrak yang telah disepakati.
“Kedalaman pondasi dinding penahan 40 cm, ditambah sloof di atas permukaan tanah setinggi 10 cm, jadi total 50 cm. Untuk dinding penahan sendiri dibangun setinggi 2 meter, ditambah balok atas setebal 30 cm,” ujarnya.
Namun, perbandingan antara kedalaman pondasi dan tinggi tembok memunculkan pertanyaan terkait ketahanan dan keamanan struktur, terutama mengingat fungsi utama TPT adalah menahan tekanan lateral tanah dan air. Dalam kaidah teknik sipil, idealnya kedalaman pondasi disesuaikan dengan kondisi tanah dan beban konstruksi, dan umumnya lebih dalam dari 40–50 cm untuk dinding setinggi 2 meter.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan, Ahmad Dhani, ST, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, membenarkan bahwa dirinya menjabat sebagai PPK proyek tersebut. Namun, ketika ditanya soal kedalaman pondasi dan kesesuaian spesifikasi teknis, ia enggan memberikan keterangan lebih lanjut.
“Siap… ok,” tulisnya singkat.
Ditanya kembali apakah akan menggunakan hak jawabnya untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut, hingga berita ini ditayangkan, Ahmad Dhani ST belum memberikan tanggapan.
Proyek ini menjadi sorotan publik, terutama dari kalangan pemerhati pembangunan infrastruktur desa, yang menilai pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis guna menjamin kualitas dan keselamatan hasil pemban
gunan. ***












