
PALEMBANG – Jelang pelaksanaan Kongres XVI Fatayat Nu yang di pusatkan di Jakabaring Sport Hall kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), saat ini tengah memasuki tahapan registrasi kehadiran seluruh pengurus PW dan PC se – Indonesia, Kamis (14/7/2022) oleh panitia Kongres.
Ada hal menarik terkait pelaksanaan kegiatan skala nasional dan bakal dihadiri langsung oleh para petinggi Negara ini. Dimana kontestasi pemilihan calon ketua umum (Ketum) mulai berhembus dan kini dibicarakan ditingkatan peserta Kongres.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak ketinggalan adanya Kehadiran Sosok Hj. Margaret Aliyatul Maimunah,S.S.,M.Si selaku sekretaris Umum (sekum) Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama, terus memberikan warna dalam pelaksanaan Kongres Fatayat NU dan untuk diketahui saat ini mayoritas dukungan terhadap dirinya tak bisa dibendung lagi.
Liya sapaan akrabnya selain sebagai eksekutor dan motivator dalam perjalanan Fatayat Nu selang 5 Tahun kepengurusannya, Ia dikenal mayoritas kader dan pengurus wilayah dan PC seluruh Indonesia.
Tak ayal, dalam pengalaman organisasi dibawah naungan Nahdlatul Ulama ini, Margaret memiliki segudang prestasi dalam membangun organisasi mulai dari menjabat Ketua PMII Komisariat Adab Cabang Surabaya Selatan (2001-2002) selama menjadi mahasiswa, pengurus di Pimpinan Wilayah Ikatan Putri-Putri Provinsi Jawa Timur sebagai Anggota Bidang Minat dan Bakat (1999-2001) dan Bendahara II (2001-2002), pengurus di Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama sebagai Sekretaris Umum (2006-2009) dan Ketua Umum (2009-2012), Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama sebagai Wakil Koordinator Bidang Ekonomi (2009-2015) dan Sekretaris Umum (2015-2020). Pada saat menjadi Ketua Umum PP IPPNU, ia telah menginisiasi beberapa program, yaitu 1). Laskar Pelajar Putri Anti Narkoba, Anti Pornografi, Anti Radikalisme, dan Anti Kekerasan; 2) Rumah Pelajar; dan 3). Sekolah Kebangsaan Pelajar.
Komisioner KPAI ini terus memberikan support kepada seluruh kader Fatayat untuk memposisikan diri sebagai kader yang memperjuangkan hak-hak kaum perempuan di tengah era globalisasi saat ini. Motivasi sekaligus membangkitkan semangat para kader untuk membangun Fatayat NU kedepan terus dilakukannya agar seeluruh kader menjadi lebih baik.
“Ibarat membangun sebuah rumah, membangun fondasi adalah yang utama. Sehingga saat ada terpaan apapun jika fondasi kuat maka rumah pun tidak akan goyah. Dan fondasi di organisasi adalah kaderisasi. Intinya kedepan kita harus memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan dan upaya pemberdayaan kaum perempuan dan perlindungan anak, ” ucap Alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya, mantan Mahasiswa Pascasarjana di Universitas Indonesia (UI), tepatnya di Program Studi Kajian Wanita.
Saat ditanyai adanya dukungan yang terus mengalir kepadanya maju menjadi ketua Umum Fatayat Nu di Kongres XVI Kota Palembag, Margaret menyambut hangat dan santai.
“ sebagai kader Fatayat kita harus siap disegala medan dan momen. Jabatan itu tidak di kejar, akan datang sendiri jika kita diberi amanah dan kepercayaan dari seluruh kader,” ucap Liya, saat dihubungi suarautara.com, Kamis (14/7/2022) di Palembang.
Ia pun mengucapkan terima kasih atas dukungan serta dorongan dari para sesepu NU, para senior, PW dan PC serta seluruh kader Fatayat terhadap dirinnya untuk maju ambil bagian dalam pertarungan memilih ketum Fatayat NU Kongres XVI di Palembang, dan Liya berharap kedepan atas kerjasama dan dukungan seluruh kader Fatayat NU se Indonesia, maka dirinya siap membangun organisasi ini lebih baik lagi.
Editor : Ruslan Panigoro
























