Jejak Santri di Kabupaten Banggai

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rastono Sumardi [Ketua Persantuan Guru NU Banggai

Kabupaten Banggai, yang dikenal dengan keindahan alamnya, ternyata juga menyimpan denyut nadi pendidikan agama yang kuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banggai tahun 2020, setidaknya 1.683 santri tercatat menimba ilmu di 18 pondok pesantren yang tersebar di wilayah ini. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan komitmen masyarakat Banggai dalam menjaga tradisi keilmuan Islam.

Jika dilihat lebih dekat, populasi santri di Banggai memperlihatkan fenomena yang menarik: jumlah santri laki-laki dan perempuan hampir seimbang. Dari total 1.683 santri, 841 adalah laki-laki dan 842 adalah perempuan. Ini menunjukkan bahwa pendidikan pesantren tidak lagi didominasi oleh satu gender, melainkan menjadi pilihan utama bagi orang tua, baik untuk anak laki-laki maupun perempuan, yang mendambakan pendidikan karakter dan agama yang mendalam.

Toili dan Luwuk: Pusat Kawah Candradimuka

Data BPS memperlihatkan bahwa pendidikan pesantren di Banggai terkonsentrasi di dua wilayah utama, yaitu Kecamatan Luwuk (termasuk Luwuk Utara) dan Kecamatan Toili.

Luwuk, sebagai ibu kota kabupaten, wajar menjadi sentra dengan adanya pesantren-pesantren besar seperti PP. Daarul Hikmah Luwuk dan PP. Alkhairat Luwuk. PP. Daarul Hikmah Luwuk bahkan tercatat sebagai pondok dengan santri terbanyak.

Secara rinci, sebaran dan jumlah santri di Kabupaten Banggai adalah sebagai berikut:

  1. PP. Daarul Hikmah Luwuk: 313 santri
  2. PP. Darussalam Jaya Kencana-Toili: 248 santri
  3. PP. Alkhairat Luwuk: 169 santri
  4. PP. Al-Fatah Banggai (Nuhon): 163 santri
  5. PP. Al-Hidayah Kel. Hanga-Hanga Luwuk: 126 santri
  6. PP. Darul Qur’an Walhadits Mulyasari Kec. Toili: 106 santri
  7. PP. DDI Midarul Ulum Kel. Kilongan Luwuk: 100 santri
  8. PP. Assohwah Desa Tanah Abang Toili: 65 santri
  9. PP. Darul Khair Desa Masing, Batui Selatan: 63 santri
  10. PP. Hayatul Islam Jaya Makmur Nuhon: 63 santri
  11. PP. Nurul Ikhsan Desa Argakencana Kec. Moilong: 58 santri
  12. PP. Maulana Nahdlatul Wathan Desa Malik Makmur Kec. Bualemo: 48 santri
  13. PP. Darul Ulum Cendanapura Toili: 40 santri
  14. PP. Tarbiyatun Nasyi’in Pasir Lamba Toili Barat: 29 santri
  15. PP. Hikmatul Husna Senteral Sari Toili: 22 santri
  16. PP. Tahffidz Ummul Qur’an Kel. Bungin Timur Kec. Luwuk Utara: 19 santri
  17. PP. Darunnajah Saiti – Nuhon: 18 santri
  18. PP. Persis Attihad Al-islami Cemerlang – Masama: 11 santri

Sumber Data : BPS Tahun 2020

Data di atas menunjukkan bahwa Luwuk dan Toili merupakan episentrum pendidikan, sementara kecamatan-kecamatan lain juga memiliki pesantren skala kecil yang penting sebagai pusat pendidikan lokal.

Pesantren Lokal dan Peran Organisasi Besar

Selain dominasi wilayah, pesantren-pesantren di Banggai juga mencerminkan keragaman lembaga dan afiliasi. Beberapa nama besar organisasi Islam tampak mendirikan cabangnya di sini, seperti Alkhairat, DDI (Darud Da’wah Wal Irsyad), dan Persis (Persatuan Islam). Kehadiran organisasi-organisasi ini memperkuat jaringan pendidikan Islam di tingkat regional dan nasional.

Selain pesantren yang berafiliasi ke organisasi besar, terdapat pula pondok-pondok yang fokus pada pendidikan spesifik. Keberadaan PP. Darul Qur’an Walhadits dan PP. Tahffidz Ummul Qur’an membuktikan tingginya permintaan masyarakat terhadap pendidikan tahfidz (menghafal Al-Qur’an). Pesantren-pesantren ini berperan penting dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an di Kabupaten Banggai.

Tantangan dan Harapan

Data tahun 2020 ini menjadi barometer penting bagi pemerintah daerah dan Kementerian Agama. Pesantren-pesantren skala besar seperti Daarul Hikmah dan Darussalam tentu memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai untuk menampung ratusan santri.

Di sisi lain, perluasan akses ke wilayah yang masih minim pesantren juga menjadi pekerjaan rumah agar pemerataan pendidikan agama dapat tercapai.

Pada akhirnya, 1.683 santri ini adalah aset masa depan Banggai. Mereka adalah harapan yang kelak akan menjadi ulama, pendidik, dan pemimpin yang berkarakter. Dengan terus mendukung dan memfasilitasi pondok pesantren, Kabupaten Banggai bukan hanya akan dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kekuatan spiritual dan intelektual generasinya.

Berita Terkait

Open Turnamen Banggai Bersaudara Piala Panglima TNI Resmi Dibuka Semarak HUT ke 81 TNI di Banggai
Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Kunker ke Banggai dan Balut Perkuat Sinergitas TNI-Pemda
Kementan RI Dinas TPHP Banggai dan AKPY-BPDP-Ditjenbun Dorong Kompetensi SDM Tingkatkan Produktivitas TBS Pekebun
Kodim 1308/LB Dukung dan Kawal Pembagian Air Pertanian di Masama Petani Sepakati Giliran Lima Hari
Putusan MA Final Tanjung Sari Pasti Digusur..? Peran dan Kewenangan Satgas PKA Dipertanyakan
Kontrak Politik dan Putusan MA Jadi Dilema Gubernur Sulteng Nasib Warga Tanjung Sari Disorot Publik
Rapat Persiapan MTQ XXIII Bangkep TNI Siap Dukung Pengamanan Pelaksanaan di Totikum Selatan
HUT ke-21 PEP Pertamina EP Donggi Matindok Field Berbagi Santunan untuk Anak Yatim

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 01:24 WITA

Open Turnamen Banggai Bersaudara Piala Panglima TNI Resmi Dibuka Semarak HUT ke 81 TNI di Banggai

Rabu, 16 September 2026 - 00:55 WITA

Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Suntara Wisnu Kunker ke Banggai dan Balut Perkuat Sinergitas TNI-Pemda

Selasa, 15 September 2026 - 23:09 WITA

Kementan RI Dinas TPHP Banggai dan AKPY-BPDP-Ditjenbun Dorong Kompetensi SDM Tingkatkan Produktivitas TBS Pekebun

Selasa, 15 September 2026 - 20:45 WITA

Kodim 1308/LB Dukung dan Kawal Pembagian Air Pertanian di Masama Petani Sepakati Giliran Lima Hari

Selasa, 15 September 2026 - 13:29 WITA

Putusan MA Final Tanjung Sari Pasti Digusur..? Peran dan Kewenangan Satgas PKA Dipertanyakan

Berita Terbaru