SUARAUTARA.COM, Buol – Gerakan Subuh Berjama’ah (GSB) Reborn edisi ke-15 kembali digelar Masjid Al-Amin Tabodok, Kelurahan Kali pada Senin pagi, (28/7/7/2025) pukul pukul 04.40 WITA.
sebanyak 27 jamaah, terdiri atas 24 jamaah laki-laki dan 3 jamaah perempuan. Dari total tersebut, 24 merupakan jamaah tamu dan 3 berasal dari jamaah lokal Masjid Al-Amin.
Dilansir dari akun BuolAgamis, Kegiatan GSB Reborn kali ini menghadirkan Ustadz Rustam J. Hisan, Ketua Majelis Dzikir Hijrah Kabupaten Buol, sebagai narasumber dengan tema yang menggugah kesadaran: “Sholatlah Sebelum Disholatkan.” Bertindak sebagai host adalah Ustadz Richard Muksin, S.Ag., M.Ag.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pembukaannya, Ustadz Rustam mengajak jamaah untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT yang telah memudahkan mereka bangun di pagi hari dan menunaikan ibadah sholat Subuh berjamaah, di saat banyak manusia masih terlelap dalam kelalaian. Tak lupa pula Ustadz Rustam menyampaikan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kecintaan dan penghormatan terhadap Rasulullah.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Rustam menyoroti fenomena yang memprihatinkan: dosa yang paling banyak dilakukan oleh kaum Muslimin hari ini adalah meninggalkan sholat. Padahal, dibandingkan kewajiban lain seperti puasa, zakat, dan haji, sholat adalah ibadah yang paling ringan. Namun ironisnya, masih banyak yang menyepelekannya.
Ia juga mengingatkan kisah Iblis yang dulunya sangat taat kepada Allah, namun karena menolak satu perintah—sujud kepada Adam—ia terusir dari rahmat Allah. Bandingkan dengan kita, yang diperintahkan sujud langsung kepada Allah, namun masih sering enggan melaksanakannya. “Hidup ini hanya sebentar: 50, 60, atau 70 tahun. Setelah itu, kita akan kembali kepada Allah untuk dimintai pertanggungjawaban atas hidup ini,” tegasnya.
Tidak ada alasan untuk meninggalkan sholat. Bagi yang belum bisa membaca bacaan sholat, bisa mengikuti imam dalam sholat berjamaah. Bagi yang sakit, tetap bisa sholat sambil duduk, bahkan berbaring jika tak mampu duduk. Jika semua tak bisa dilakukan lagi, maka tinggal menunggu dishalatkan.
“Banyak di antara kita yang baru sadar akan pentingnya sholat saat terkena musibah atau ketika ada hajat. Padahal selagi masih diberi kesempatan hidup, hendaknya kita manfaatkan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah. Jika kematian telah datang, yang tersisa hanyalah penyesalan,” tutur beliau penuh haru.***
Di akhir ceramahnya, Ustadz Rustam menyerukan agar umat Islam terus saling mengingatkan dalam kebaikan, karena Allah Maha Penerima Taubat. Jangan pernah merasa terlambat untuk memperbaiki diri dan kembali kepada jalan yang benar.
Gerakan Subuh Berjama’ah Reborn ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan semangat spiritual di tengah masyarakat Buol, khususnya dalam menegakkan sholat berjamaah dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

























