Buol, Suarautara.com – Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah Resmi melalui Dinas Kesehatan saat ini tengah mengerjakan pembangunan gedung laboratorium kesehatan masyarakat (LABKESMAS) yang berlokasi di Kelurahan Leok II, Kecamatan Biau, tepatnya di depan Bank Sulteng, anggarannya pun tak main-main hingga mencapai 15 Milyar.
Dari informasi yang berhasil dihimpun awak media pada Kamis, (17/7), dokumen pekerjaan Gedung tersebut sesuai kode lelang 10044107000 di satuan kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, pembangunannya menggelontorkan anggara sebesar Rp. 15,000,000,000.00.(Lima Belas Milyar rupiah) dengan milai HPS sebesar Rp. 15,010,935,001.00. yang dianggarkan pada APBD tahun 2025 dikerjakan oleh CV Mars dengan lama pekerjaan selama 180 hari kerja.
Gamar A Lahamade selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buol dalam laporan teknisnya menyebutkan pembangunan LABKESMAS itu merupakan implementasi misi daerah yaitu menyediakan akses layanan kesehatan yang berkualitas, bermutu, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, ” terangnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia berharap setelah gedung LABKESMAS ini selesai dibangun, dapat berfungsi dengan baik dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.
“ Dengan adanya LABKESMAS masyarakat Kabupaten Buol tidak perlu lagi keluar kota untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, ” Ucapnya
Manfaat LABKESMAS bagi Masyarakat dapat meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan adanya fasilitas laboratorium yang memadai, ” tambah Kadis.
” Labkesmas berfungsi untuk melakukan pengujian dan analisis sampel kesehatan masyarakat, selain itu sebagai tempat melakukan pengujian sampel kesehatan masyarakat, seperti sampel darah, urin, dan lain-lain.,” imbunya.
Labkesmas ini juga dapat berfungsi sebagai referensi untuk laboratorium lain di wilayah Kabupaten Buol. Dan tempat pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan serta sebagai tempat penelitian kesehatan masyarakat, ” pungkasnya.***
























