Banggai, Suarautara.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) melaksanakan kegiatan Optimalisasi PAUD Holistik Integratif melalui Akreditasi dan Pendataan Dapodik Tahun 2025, yang digelar di MAN Luwuk, pada Sabtu, (2/8/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong seluruh satuan PAUD di Kabupaten Banggai agar menerapkan pendekatan Holistik Integratif (HI) yang mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak secara terpadu.
Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD melalui proses akreditasi sebagai tolok ukur mutu lembaga, serta memperkuat pendataan Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang menjadi dasar perencanaan dan intervensi kebijakan di sektor pendidikan anak usia dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
93 peserta yang terdiri dari kepala PAUD dan operator sekolah turut hadir dalam kegiatan ini.
Kegiatan diselenggarakan atas kerja sama Panitia Pelaksana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Banggai, didukung melalui dana hibah IGTKI dari Disdikbud Banggai.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, S.STP,.M.Si diwakili oleh Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Syamsul Bahri Lanta, S.STP, menekannkan ahwa pentingnya pendekatan Holistik Integratif di lembaga PAUD sebagai strategi mewujudkan layanan yang menyeluruh bagi anak usia dini.
Kegiatan ini sangat penting dalam mendorong satuan PAUD untuk terakreditasi sebagai bentuk jaminan mutu, serta mengoptimalkan pendataan Dapodik agar data yang digunakan valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Syamsul.
Syamsul juga menambahkan bahwa akreditasi dan pendataan bukan hanya kewajiban administratif, melainkan bagian dari penguatan tata kelola PAUD yang berkelanjutan.
Dengan demikian, diharapkan ke depan akan semakin banyak satuan PAUD di Banggai yang terakreditasi secara nasional maupun bertahap berdasarkan standar mutu.
Lebih lanjut, data Dapodik PAUD yang lebih akurat akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan perencanaan, pembiayaan, dan pembinaan satuan PAUD di daerah. Kegiatan ini juga membuka ruang sinergi lintas sektor, seperti bidang kesehatan dan perlindungan anak, guna memastikan layanan yang optimal bagi perkembangan anak usia dini.*** [Dewi Qomariah]













