SUARAUTARA, BUOL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) akan menggelar Debat terbuka Perdana pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Buol yang akan digelar, Selasa, 22 Oktober 2024 pada pukul :13,00 WITA.
Debat perdana mengangkat tema “ Transformasi Ekonomi, Sosial dan Budaya melalui pembangunan Infrastruktur yang merata untuk kemajuan daerah”.
Dalam Debat Publik perdana kali ini KPU Buol menghadirkan Tim Perumus atau Panelis diantaranya, Prof. Dr. Muhammad Yunus Kasim, SE., M.Si, Drs. Muhammad Marzuki, M.Si, Dr. Moh Yasin Baculu, S.Sos, MT, Dr. Ir. H. Kasman Jaya, M.Si, Ir. Rachmat Zainuddin, M.P.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, untuk memandu berlangsungnya Debat Publik pedana ini akan dimoderatori oleh Nasrullah Muhammadong, SH. LL.M.” sebut Moh. Faisal J. Usman Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Buol saat dihubungi suarautara.com, Senin (21/10/2024).
Faisal memastikan, daftar pertanyaan yang disusun para panelis bersifat rahasia dan akan dibuka saat debat, sesuai pilihan pasangan calon. Ia pun memastikan, tidak akan bocor sebelum debat dilakukan. “Untuk menjaga kerahasiaan, para panelis bahkan meminta penggandaan hingga daftar pertanyaan dimasukkan dalam amplop harus atas pengawasan mereka. Jadi, pengawas mengawasi kita, kita mengawasi panelis. Saling mengawasi,” ungkapnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti acara ini, pastikan untuk mencatat tanggalnya dan saksikan melalui media yang sudah disiapkan KPU bukan hanya sebagai bentuk kepedulian terhadap proses demokrasi, tetapi juga merupakan langkah awal dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan debat pertama pasangan calon bupati dan wakil bupati Buol. Mari berpartisipasi dan menjadi pemilih yang cerdas” imbuhnya.
Pelaksanaan debat calon ini, akan mendapat pengamanan yang ketat dari aparat keamanan. Lokasi debat akan disterilkan. Pendukung dan tim sukses pasangan calon juga akan dibatasi untuk keamanan. “Setiap pasangan calon, kita akan batasi.” tandasnya. (red)
























