KUALA LUMPUR, SUARAUTARA.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah asal Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, Anisa Handani Uno. Mahasiswi S2 dari Universitas Gadjah Mada ini berhasil meraih Silver Medal dan penghargaan Favorite Poster dalam ajang 2nd International Student Summit (ISS) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.
Kompetisi internasional tersebut diselenggarakan oleh Sentosa Foundation dan diikuti oleh siswa serta mahasiswa dari berbagai negara. Peserta berkompetisi dalam kategori esai, poster, serta presentasi gagasan atau inovasi yang menawarkan solusi terhadap berbagai isu global.
Tema utama ISS 2026 adalah “Building a Sustainable and Inclusive Future”, yang mendorong generasi muda menghadirkan ide-ide solutif dan berkelanjutan bagi masa depan dunia. Bidang yang dikompetisikan meliputi Agriculture, Environment, Health, Food, Law and Economics, Technology and Education, hingga Tourism and Culture.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses Seleksi hingga Lolos Final Internasional
Anisa menjelaskan bahwa proses seleksi kompetisi berlangsung cukup ketat. Peserta terlebih dahulu melakukan registrasi tim secara online, kemudian mengirimkan karya atau esai sesuai subtema yang dipilih.
Setelah melalui penilaian awal oleh panitia internasional, tim yang lolos diumumkan sebagai finalis dan mengikuti rangkaian kegiatan utama, mulai dari seminar internasional, presentasi karya, panel penjurian hingga pengumuman juara.
Dalam kompetisi tersebut, Anisa tergabung dalam tim beranggotakan tiga orang. Secara keseluruhan, Universitas Gadjah Mada mengirimkan sekitar 10 tim yang tersebar dalam berbagai kategori lomba.
Seminar Internasional Bersama Akademisi Global
Selain kompetisi, peserta juga mengikuti seminar internasional yang menghadirkan akademisi dunia. Salah satu pematerinya adalah Nazmi Mat Nawi dari Universiti Putra Malaysia dengan materi bertema “The Young Generation as Drivers of Innovation and Technology in the Global Era.”
Pengalaman Berharga di Panggung Dunia
Menurut Anisa, pengalaman paling berkesan adalah kesempatan mempresentasikan inovasi di forum internasional dan berdiskusi langsung dengan peserta dari berbagai negara.
Ia mengaku momen ketika timnya diumumkan meraih Silver Medal dan Favorite Poster menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan.
“Bukan hanya soal juaranya, tetapi tentang proses, kerja sama tim, dan bagaimana kami bisa membuktikan bahwa ide dari anak Indonesia juga bisa diapresiasi di tingkat internasional,” ujarnya kepada suarautara.com, Minggu (21/2/2026).
Pesan untuk Generasi Muda, Khususnya Daerah
Sebagai anak daerah asal Kabupaten Tolitoli, Anisa berpesan agar generasi muda tidak pernah merasa minder karena berasal dari daerah.
“Kita punya kesempatan yang sama untuk berkembang dan bermimpi besar. Berani mencoba, terus belajar, dan jangan takut keluar dari zona nyaman. Dunia itu luas dan kesempatan ada untuk siapa saja yang mau berusaha,” pesannya.
Harapan Setelah Menyelesaikan S2
Setelah menyelesaikan pendidikan S2, Anisa berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan dampak nyata, khususnya di bidang pertanian berkelanjutan berbasis teknologi.
Ia juga ingin berkontribusi bagi daerah, termasuk Tolitoli, melalui program edukasi, pendampingan masyarakat, serta pengembangan potensi lokal.
“Keberhasilan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi bagaimana kita bisa kembali dan memberi manfaat bagi tempat kita berasal,” tutupnya.(Red)






















