Buol, Suarautara.com – Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga, Camat Paleleh, Lukman Djupandang, S.Pt, mengajak warga di wilayahnya untuk mulai membudidayakan ayam petelur di pekarangan rumah.
Program ini diperkenalkan dalam setiap unggahan di akun media social (facebook) milik Camat Paleleh (Lukman Djupandang), serta dalam kegiatan launching Koperasi Merah Putih se-Kecamatan Paleleh yang digelar di Balai Desa Tolau, pada Senin (21/7) yang dihadiri kepala desa, Bpd se kecamatan Paleleh, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.
Menurut Camat Lukman, budidaya ayam petelur skala rumah tangga bisa menjadi solusi cerdas menghadapi kenaikan harga bahan pokok, khususnya telur ayam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita tidak perlu lahan luas. Dengan 10 hingga 20 ekor ayam, warga sudah bisa memenuhi kebutuhan telur sehari-hari, bahkan dijual untuk tambahan penghasilan, kalau saya saat ini ada 23 ekor, produksi tiap hari bervariasi, paling banyak 20 Butir, kalau turun biasa 10 butir telur perharinya,” ujar mantan alumni sarjana peternakan ini.
Camat Lukman memiliki rencana ke depan selain menyediakan bibit ayam petelur secara bertahap, juga akan memberikan pelatihan teknis mengenai perawatan, pemberian pakan, hingga manajemen kandang yang higienis. Program ini bekerja sama dengan penyuluh peternakan lokal dan BUMDes ataupun pengurus Koperasi Merah Putih setempat.
Beberapa warga mengaku antusias dengan inisiatif ini. Salah satunya, ibu rumah tangga bernama Sumiati, mengatakan ia tertarik memanfaatkan halaman belakang rumahnya.
“Selama ini lahan kosong di belakang rumah tidak dimanfaatkan. Kalau bisa untuk ternak ayam, kenapa tidak?” katanya.
Lukman mengaku bahwa bibit petelur yang Ia jalankan saat ini berasala dari pembesaran bibit Gorontalo.
Ia berharap dengan adanya percontohan pemanfaatan pekarangan dengan beternak ayam petelur, dapat memenuhi gizi masyarakat dalam pemenuhan protein hewani, juga sebagai usaha ekonomi keluarga terutama untuk penyedia Program pemerintah MBG dan koprasi Desa Merah Putih.
Selain itu, program budidaya ayam petelur ini diharapkan menjadi gerakan kolektif di seluruh desa di Kecamatan Paleleh. Jika berhasil, jelas Lukman, maka pemerintah kecamatan akan mengusulkan replikasi program ke tingkat kabupaten sebagai bagian dari gerakan ekonomi mikro berbasis keluarga.(Red)
























