SUARAUTARA, SIGI – Bersama Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI & Koordinator Nasional FORHATI, Bupati Sigi Mohamad Irwan, S.Sos, M.Si yang juga Ketua Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Sigi hadir dalam kegiatan KAHMI Peduli sebagai rangkaian dari Kegiatan Musyawarah Nasional XI Majelis Nasional KAHMI berlokasi di Kawasan Hunian Tetap Pombewe.
Bupati Sigi Mohamad Irwan berharap Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dapat membantu Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terkait percepatan penanganan dan pemulihan dampak gempa dan likuefaksi yang menimpa daerah tersebut pada tahun 2018.
“Kami sangat berharap peran KAHMI untuk ikut mendorong percepatan pemulihan dampak gempa dan likuefaksi Sigi,” kata Mohamad Irwan di Sigi, Senin, terkait dengan kegiatan KAHMI Peduli.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KAHMI Peduli melaksanakan kegiatan sosial penyaluran 1.150 paket sembako dan donor darah, serta penanaman 1.000 pohon berlangsung di lokasi relokasi warga terdampak gempa dan likuefaksi Sigi, di kompleks hunian tetap, Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru.
Irwan mengatakan kehadiran Majelis Nasional KAHMI di Sigi dapat melihat langsung dampak gempa dan likuefaksi yang saat ini belum sepenuhnya pulih.
Saat ini, ujar dia, pemerintah telah membangun 2.134 hunian tetap (huntap) untuk penyintas gempa dan likuefaksi Sigi dan telah selesai dibangun dan sudah ditempati warga.
“Kebutuhan hunian tetap untuk Kabupaten Sigi sebanyak 2.600 unit, yang sudah terbangun sebanyak 2.134 unit,” kata dia.
Dengan demikian masih ada warga terdampak gempa dan likuefaksi yang belum mendapat hunian tetap, dan masih bertahan di hunian sementara.
Oleha karena itu, ia berharap, Majelis Nasional KAHMI yang pengurus-nya berada di unsur pemerintah dan legislatif, agar mendorong percepatan pemulihan dampak gempa dan likuefaksi.
“Percepatan pemulihan dampak gempa dan likuefaksi harus dilakukan, karena berkaitan dengan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor pertanian meliputi perkebunan dan peternakan, juga terdampak parah gempa dan likuefaksi, yang membutuhkan dukungan multi pihak untuk percepatan pemulihan.
“Infastruktur dan sarana prasarana seperti jalan, irigasi, perkantoran, dan sebagainya juga terdampak parah, yang saat ini terus diupayakan untuk dipulihkan,” sebutnya. [ucan]

























