SUARAUTARA, (Palembang) – Fatayat Nahdlatul Ulama (FNU) menggelar Kongres ke-16 di Jakabaring Sport City Kota Palembang pada 14-17 Juli 2022 mendatang.
Organisasi sayap perempuan muda Nahdlatul Ulama itu akan melakukan pergantian kepemimpinan Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU yang sempat tertunda selama 2 (dua) tahun akibat Pandemi Covid-19.
“Proses regenerasi kepemimpinan ditingkat pusat dilakukan melalui Kongres yang diamanatkan oleh Peraturan Dasar (PD)/Peraturan Rumah Tangga (PRT) Fatayat NU. Kongres seharusnya berlangsung lima tahun harus mundur karena situasi pandemi Covid-19,” kata Ketua Pelaksana Kongres, Efri Wahdiyah Nasution dalam keterangannya, Selasa (12/7/2022).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fatayat NU memiliki sekitar 10 juta anggota yang tersebar di 34 pimpinan wilayah pada tingkat provinsi, 480 pimpinan cabang pada tingkat kabupaten/kota, pimpinan anak cabang pada tingkat kecamatan dan pimpinan ranting pada tingkat desa/kelurahan di seluruh Indonesia.
Rencananya Kongres Fatayat NU akan dibuka oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan dihadiri Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati.
Meskipun situasi pandemi membuat pelaksanaan kongres tertunda, namun Fatayat NU berperan strategis dalam membantu masyarakat menghadapi pandemi.
“ Jika tak ada aral melintang dipastikan besok, Jum’at akan dibuka secara resmi oleh Wapres Ma’ruf Amin dan beberapa menteri Indonesia Bersatu Jilid 2,” ucap Sekretaris Umum PP Fatayat NU, Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, S.S., M.Si. kepada suarautara.com saat dihubungi.
Hj. Margaret Aliyatul Maimunah perempuan kelahiran Jombang Jawa Timur ini menyatakan diri siap maju sebagai kandidat ketua umum pimpinan pusat NU peeriode 2022-2027 dalam kongres XVI di Palembang.
“ Dengan mengutamakan visi dimana Fatayat NU itu benar-benar menjadi organisasi yang kuat, kuat disemua tingkatan, makanya kita mengankat visi maju bersama untuk perempuan Indonesia dan peradaban dunia, imbuh Margaret.
Ia menambahkan kedepan Fatayat NU harus ada penguatan terutama terkait kaderisasi, karena ini merupakan jantung organisasi. selain itu pemanfaatan teknolgi digital dengan mendorong media Fatayat seabaga media dakwa. Dan terakhir penguatan Fatayat sebagai sumber pengetahuan Islam sebagai rujukan terkait isu-isu perempuan dan anak,”
Editor : Ruslan Panigoro

























