SUARAUTARA.COM, Buol – Ruas jalan di kompleks pasar Buol, , Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dikeluhkan warga dan pengunjung pasar.
Bagaimana tidak, saat hujan turun sejumlah titik dijalan tersebut tergenang air. Pengendara roda dua yang melintas harus saling memberi jalan.
Salah satu pengunjung pasar kepada wartawan, Santi, sangat kondisi jalan berlubang dan digenangi air.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Disebutnya, ruas jalan yang berlubang membuatnya harus mengantri saat melintas jalan itu.

“Kalau kita mau melintas harus saling memberi jalan dengan pengendara lain, ada beberapa yang rusak dikompleks pertokoan dan pasar Buol,” ujar Santi, Jum’at 14 Juli 2023.
Senada dengan salah satu pedagang, Rifky, dirinyapun mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Bagaimana tidak, badan jalan yang tergenang air saat hujan turun sangat berdekatan dengan toko miliknya. Ia katakan, kondisi jalan berlubang itu kisaran akhir tahun 2018 lalu.
“Kondisi seperti ini pak sudah lama, akhir tahun 2018 lalu,” keluhnya. Ia mengaku, kondisi tersebut berpengaruh pada omzet penjualannya.
Sebab kata dia, pembeli jarang melintas di jalur dekat lapaknya.
“Pengaruh pak, karena pembeli jarang mau lewat sini,” kata Rifky.
Disebutnya, jalan itu sempat ditimbun secara swadaya olehnya bersama pedagang lainnya. Meski tak maksimal, tapi dirinya bersama beberapa orang lainnya telah melakukan upaya.
“Sudah beberapa kali kita timbun secara swadaya, kita patungan dengan pedagang lain,” tuturnya.
Dirinya berharap, jalan itu mendapat perhatian dari Pemerintah daerah. “Kita harap ada perhatian dari Pemerintah,” harapnya.
Kadis PUPR Kabupaten Buol, Friesa Agusfard, S.T, saat dikonfirmasi media ini mengatakan sejauh ini pihaknya telah mendapat laporan dari warga dan telah ditinjau oleh tim yang melakukan pengawasan jalan daerah, olehnya pada tahun ini, PUPR mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki kondisi jalan rusak, di kompleks pertokoan Buol dan dibeberapa titik yang ada.
” kita anggarkan untuk tahun ini juga,“ singkatnya, Sabtu (15/7) saat dikonfirmasi. (*)
























