Ratusan Warga dan Istri Bupati Situbondo Memborong Habis 2 Jenis Melon di Desa Talkandang

Minggu, 2 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Suarautara.com, Situbondo – Melon Sweet Lavender dan Sweet Hami adalah dua varietas melon premium populer yang sering dibudidayakan secara hidroponik, dikenal karena memiliki tingkat kemanisan tinggi (mencapai belasan derajat brix), tekstur buah yang renyah, serta daging buah tebal berwarna oranye cerah.

‎Adapun perbedaan keutamaan kedua melon tersebut yakni sweet lavender memiliki kulit luar berwarna kuning keemasan yang cantik, bentuk buah cenderung bulat, dan daging buah tebal berwarna jingga/oranye dengan rasa manis lembut serta sangat segar.

‎Sweet hami memiliki bentuk yang cenderung lonjong atau agak oval, kulit luar berwarna hijau unik dengan jaring atau urat kehijauan, serta daging buah oranye cerah dengan tekstur yang renyah (crunchy) dan berciri khas dari melon pada umumnya.

‎Dari semua keutamaan atau kelebihan kedua jenis melon itu, banyak para konsumen memburunya untuk dikonsumsi.  Tidak terkecuali di Situbondo, Jawa Timur.

‎Di sebuah lahan pertanian di Situbondo, tepatnya di dusun lugundang, desa Talkandang, kecamatan kota, kabupaten Situbondo para konsumen “menyerbu” lahan berukuran kurang lebih 400 meter persegi yang ditanami dua jenis melon tersebut.

‎Tidak terkecuali istri Bupati Situbondo, Mbak Una yang memborong habis keberadaan melon sweet lavender dan sweet hami, kemarin, Sabtu tanggal 1 Agustus 2026.

‎Menurut Head of Engineering UD Melon Situbondo, Noviantari Cahya kepada media online ini mengatakan bahwa,

‎”Para konsumen yakni masyarakat dan istri Bupati Situbondo, Mbak Una sudah membeli dan memborong dua jenis melon ini. Mereka semua langsung memetik sendiri dari pohonnya. Harganya per kilogram Rp 30 ribu,”  ujar wanita berkerudung dan berkacamata kepada media online ini, Minggu siang, (2/8/2026).

‎Sementara itu, menurut salah satu petani melon, Priambudi mengatakan,

‎”Alhamdulillah kami dan teman sesama petani melon hari ini sudah panen. Kami menanam hingga memanen dua jenis melon tersebut harus menunggu kurang lebih 55 hari, dan sekarang sudah tiba masanya panen,” ujar Priambudi, Minggu siang, 2 Agustus 2026 di lokasi.

Berita Terkait

Babinsa Koramil Besuki dan PPL Dampingi Penanaman Padi, Perkuat Ketahanan Pangan
PTPN Regional 5 Raih “Gold Winner” di Debut Kategori Program Media Relation Award SPS
WOM Finance Palu Kembali Diadukan ke OJK Sengketa Penarikan Kendaraan Jadi Sorotan
Lomba Lantunkan Tembang Kenangan di Bondowoso Diikuti 79 Peserta
Karang Taruna Kabupaten Malang Didorong Jadi Mitra Strategis Pemerintah, DPRD Siapkan Dukungan Penguatan SDM Pemuda
Kembali Jabat Kasat Intelkam Polresta Banggai Warga Sambut Hangat AKP Usman di Nilai Sosoknya Dekat dengan Masyarakat
Polresta Banggai Ingatkan Tak Ada Aturan Debt Collector Tarik Paksa Kendaraan di Jalan Bisa Dipidana
Peringati Hari Bhayangkara ke 80 Polsek Batui Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Sisipan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:10 WITA

Ratusan Warga dan Istri Bupati Situbondo Memborong Habis 2 Jenis Melon di Desa Talkandang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:37 WITA

Babinsa Koramil Besuki dan PPL Dampingi Penanaman Padi, Perkuat Ketahanan Pangan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 05:10 WITA

PTPN Regional 5 Raih “Gold Winner” di Debut Kategori Program Media Relation Award SPS

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:58 WITA

WOM Finance Palu Kembali Diadukan ke OJK Sengketa Penarikan Kendaraan Jadi Sorotan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Lomba Lantunkan Tembang Kenangan di Bondowoso Diikuti 79 Peserta

Berita Terbaru