SUARAUTARA.COM, Buol – Dalam rangka pengawasan tahapan Pemilu Serentak Tahun 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyelenggarakan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif dengan Peserta yang terdiri dari Pemuda, Ormas dan sejumlah OKP.

Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif ini dilaksanakan di Gedung Kurnia Kelurahan Leok 1, Kecamatan Biau, Rabu (11/10/2023) dimulai pukul 13.50 Wita berakhir pada pukul 21,00 WITA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan ini dihadiri Pimpinan Bawaslu Buol Ismajaya, S, Sos, Moh Taufik Abdullah, SE, Komisioner KPU Buol ME, Faisal Usman, SE dan Korsek Bawaslu Buol Muhamad Singara, S,Ag, M,Si sebagai Narasumber dan di moderator oleh Tiam Pohu salah satu konten creator tiktoker Buol.

Ismajaya selaku Plh Ketua Bawaslu dalam arahahannya mengatakan bahwa keberhasilan pesta demokrasi tidak hanya tertumpu di lembaga penyelenggara tetapi seluruh lapisan masyarakat harus ambil bagian, baik sebagai pemilih ataupun sebagai pengawas seluruh proses ditiap tahapan. “Dalam hal ini, seluruh peserta adalah bagian dari pengawasan, yang disebut pengawas partisipatif. Pengawas partisipatif adalah pengawas dari lapisan masyarakat atau organisasi independen nonpartisan. “
“Sebelumnya Bawaslu Kab. Buol telah melaksanakan program jalinan kerjasama atau penandatanganan MoU dengan OKP dan ormas kepemudaan. Sehingga hal ini seharusnya sudah dilaksanakan,” Ujarnya.
Senada Pimpinan Bawaslu Moh Taufik Abdullah, SE, ME menyebutkan pengawasan pemilu partisipatif ini begitu penting dalam keberhasilan suatu Pemilu, pemuda dan mahasiswa memiliki peranan penting dalam hal ini, sebab menurut Taufik peran Masyarakat, pemuda dan mahasiswa merupakan indicator dalam suksesnya pengawasan partisipatif ini.
“Jadi kegiatan ini merupakan rangkaian dari program pengawasan partisipatif tersebut. Jadi diharapkan menjadi bekal bagi pemilih pemula terutama kaum milenial dan zenial yang kemungkinan akan memberikan suaranya untuk pertaman kali dalam Pemilu Serentak Tahun 2024. Perananan penting pemuda dan mahasiswa dalam pengawasan Partisipatif sangatlah penting,” jelas Taufik.
Pada kesempatan yang sama Komisioner KPU Buol Faisal Usman, SE juga memberikan materinya di hadapan peserta sosialisai dengan lebih menjelaskan tentang tupoksi KPU sebagai penyelenggara terkait tahapan sosialisai, partisipasi peserta pemilu dan keterlibatan Masyarakat dalam mensukseskan pemilu serta penyelenggara Pemilu yang professional, Trusted, Reliable, Tangible, dan Netral.
Faisal selaku Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Buol ini juga menambahkan dalam pengendalian polarisasi memerlukan komitmen bersama, baik elite politik, peserta, pendukung pemilu dan semua stakeholders terkait pemilu untuk menjaga harmoni dalam Masyarakat Stakeholders terkait pemilu seperti (Bawaslu, DKPP, institusi penegak hukum pemerintah birokrasi pusat dan daerah MPR/DPR/DPD/DPRD) memiliki komitmen konsistensi dan tanggungjawabi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya secara benar serta senantiasa menjaga integritasnya sehingga pemilu tidak distortif.
“ Institusi penegak hukum wajib netral secara politik dan tidak boleh partisan ikut ikutan dalam dukung mendukung calon,” jelas mantan aktivis HMI ini.
Lebih jauh Faislan menjelaskan bahwa Pemilu serentak 2024 bisa jadi buruk atau akan menjadi tiang pancang yang kokoh bagi Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan demokrasi,” tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini OKP, Mahasiswa, Ormas dan Insan Pers Diantaranya HMI, GMNI, IMM, PMII, Pemuda Muhamadiyah, KNPI, GP Ansor, PP, LS-ADI, media online tabenews.com, topikterkini.com, suarautara.com, indonesiasatu.com, dan bolmora.com.(red)






















