Suarautara.com, Touna – Aliansi Mahasiswa yang menamakan diri FRONTAL (Front Rakyat Touna Melawan) Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (24/11/2025).
Aksi 30 an Mahasiswa ini dimulai dari Lapangan Dondo, dilanjutkan menuju Perempatan Pertokoan, Kantor ULP PLN Ampana, kemudian bergerak ke Polres Touna, dan berakhir di Kantor DPRD Touna sebagai titik penyampaian aspirasi.
Kordinator Lapangan (Korlap) Muhamat Salam, Selasa (25/11/2025), mengatakan bahwa aksi di depan Kantor DPRD Touna diterima oleh tiga anggota DPRD Touna, masing-masing:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1.Abdul Hatab Aba (Anggota Komisi I – Fraksi Gerindra.
2.Silvana Musili (Anggota Komisi I)
3.Asrun Taurenta (Ketua Komisi II – Fraksi PKB)
Mato, sapaan akrab Korlap, berharap DPRD Touna segera menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan. Proses mediasi kemudian dilanjutkan di ruang rapat DPRD Touna, serta berlangsung dialog antara mahasiswa dan pihak DPRD.
Delapan Poin Tuntutan Aliansi FRONTAL:
1. Meminta dan mendesak DPRD Touna untuk mengeluarkan rekomendasi penolakan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.
2. Meminta DPRD Touna untuk mengeluarkan surat rekomendasi dukungan Guru Tua sebagai Pahlawan Nasional.
3. Mendesak Pemerintah Daerah untuk segera membangun kampus di Ampana.
4. Meminta kejelasan terkait status Sekolah Dasar di Batampolo.
5. Meminta penguatan fungsi pengawasan Polres Touna terkait maraknya pengeboman ikan di Kepulauan Togean.
6. Meminta fungsi pengawasan Balai KNKT terkait aktivitas pengeboman ikan di wilayah Pulau Togean.
7. Mendesak evaluasi kinerja ULP PLN Ampana terkait seringnya pemadaman listrik di Kota Ampana.
8. Meminta Pemerintah Daerah untuk segera mengevaluasi keberadaan pangkalan elpiji di Touna.
(Red/Agung)
























