Advokat Rahmat Hidayat Dampingi Korban Kriminal di OKU Soroti Penegakan Hukum Lemah di Momen HUT Bhayangkara 2025

Senin, 30 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto tampak para Tim Advokad

Foto tampak para Tim Advokad

Sumsel, Suarautara.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 79 Tahun 2025 di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, yang seharusnya menjadi momen membanggakan bagi institusi Polri, justru diwarnai sorotan publik terkait lemahnya penanganan kasus kriminal oleh aparat penegak hukum setempat.

Advokat Rahmat Hidayat turut mendampingi lima korban tindak pidana yang merasa tidak mendapat keadilan dalam penanganan kasus mereka oleh Polres OKU dan Polsek Baturaja Timur. Kelima korban tersebut masing-masing adalah korban penipuan (Zul), korban penganiayaan (Holik), korban pencurian (Mita), serta dua korban pengerusakan lainnya yang belum disebutkan identitasnya.

Para korban mengungkapkan kekecewaan terhadap proses hukum yang dianggap tidak transparan dan tidak profesional. Zul, korban penipuan, menyebut bahwa tersangka kasusnya yang sempat ditahan selama lebih dari 14 hari justru dibebaskan meski telah diserahkan tiga alat bukti dan dua barang bukti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Holik selaku korban penganiayaan menyayangkan bahwa dari tiga pelaku yang seharusnya ditetapkan tersangka, hanya satu orang yang diproses hukum. Padahal, visum dan keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP) telah dilampirkan. Kasus ini pun telah berlangsung selama tujuh bulan tanpa kejelasan.

Kasus serupa dialami oleh Mita, korban pencurian. Meski pelaku terekam kamera CCTV dan disaksikan oleh lebih dari dua orang saksi, belum ada tindakan penangkapan hingga kini. “Sudah tujuh bulan, tapi pelakunya masih bebas. Kami hanya minta keadilan,” ujarnya.

Semua laporan kasus tersebut tercatat dalam wilayah hukum Polres OKU dan Polsek Baturaja Timur. Sorotan ini muncul bersamaan dengan peringatan HUT Bhayangkara pada akhir Juni 2025.

HUT Bhayangkara identik dengan semangat reformasi dan profesionalisme Polri. Namun, menurut para korban, semangat tersebut tidak tercermin di lapangan. Penanganan perkara yang lamban dan dugaan adanya keberpihakan aparat kepada pelaku kejahatan menjadi titik krisis kepercayaan publik terhadap institusi Polri di daerah tersebut.

Advokat Rahmat Hidayat menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi korban hingga mendapatkan keadilan yang setimpal. Ia juga mendesak Kapolres OKU dan Kapolda Sumatera Selatan untuk segera mengambil langkah tegas terhadap oknum aparat yang tidak profesional dan dinilai menghambat proses hukum.

Kami tidak sedang menyerang institusi Polri. Justru kami berharap Bhayangkara menjadi simbol penegakan hukum yang adil, bukan justru mengecewakan rakyat yang datang mencari keadilan,” pungkas Rahmat. -by, Edo

( TimRedaksi/AmrillahMokoagow )

Berita Terkait

Terbitkan SE Nomor 20 Tahun 2026, Kemendikdasmen Lindungi Siswa Terdampak Karhutla
Radio Mutiara 103,7 FM, Media Massa Konvensional yang “Bertarung” dengan Media Online di Angkasa
Lagi Sengketa Tanah Maahas Berujung Pengaduan Polisi Steven Lianto Laporkan Dugaan Penyerobotan
PWI Pusat dan Provinsi Sulteng  Nyatakan 18 Wartawan Kompeten Sekaligus UKW di Banggai Resmi Berakhir
Sudah Tiga Hari BBM di Situbondo Langka, Harga Pertamax di Kios Tembus Rp 30 Ribu per Botol 
Dari Pantai Sedulur untuk Masa Depan: TNI Tanam 1.500 Mangrove Bersama Rakyat
Putusan MA Telah Inkracht Ahli Waris Salim Albakar Siapkan Laporan ke PTUN hingga Bareskrim soal Sengketa Lahan Tanjung Sari
Bupati Banggai Amirudin Resmikan Kantor Desa Singkoyo Guna Peningkatan Kualitas Layanan Publik

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 05:40 WITA

Terbitkan SE Nomor 20 Tahun 2026, Kemendikdasmen Lindungi Siswa Terdampak Karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 23:32 WITA

Radio Mutiara 103,7 FM, Media Massa Konvensional yang “Bertarung” dengan Media Online di Angkasa

Rabu, 9 September 2026 - 19:27 WITA

Lagi Sengketa Tanah Maahas Berujung Pengaduan Polisi Steven Lianto Laporkan Dugaan Penyerobotan

Rabu, 9 September 2026 - 16:56 WITA

PWI Pusat dan Provinsi Sulteng  Nyatakan 18 Wartawan Kompeten Sekaligus UKW di Banggai Resmi Berakhir

Rabu, 9 September 2026 - 12:27 WITA

Dari Pantai Sedulur untuk Masa Depan: TNI Tanam 1.500 Mangrove Bersama Rakyat

Berita Terbaru