Peduli Kesetaraan Gender, Yenny Wahid Dirikan Pesantren Programmer Qoryatus Salam di Yogyakarta

Rabu, 23 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yeni Wahid

Yeni Wahid

SUARAUTARA.COM, JAKARTA – Putri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid, meluncurkan Pesantren Programer Qoryatus Salam di Kompleks Peace Village atau Asrama Pesantren Qoryatus Salam, Sleman, Yogyakarta, Selasa, 22 Februari 2022.

Pondok pesantren ini dikhususkan bagi kalangan santri perempuan yang selama 3 bulan ke depan bakal dididik tiga hal: mengaji, penguasaan teknologi informasi atau IT dalam bentuk bahasa pemrograman komputer, dan socio-entepreneur.

“Pesantren ini berawal saat almarhum Bapak (Gus Dur) mendatangi saya lewat mimpi setahun silam, intinya beliau saat itu memerintahkan saya membuat pondok pesantren meskipun kecil,” kata Yenny seperti yang dilansir dari Tempo,co.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah mempertimbangkan bentuk pondok pesantren yang cocok, Yenny pun berniat memfasilitasi santriwati dalam bidang teknologi. Materi pemrograman yang diberikan antara lain pemrograman berupa Python, Algoritma, Django, Database, dan AWS.

“Kami menggandeng mentor-mentor yang menguasai pemrograman itu sebagai kerja sama,” kata dia sambil menambahkan menjajaki pula kerja sama dengan platform Facebook.

Pemilihan pondok pesantren pemrograman ini dikhususkan bagi kalangan perempuan, kata Yenny, untuk mengatasi ketimpangan teknologi di kalangan perempuan. Adapun basis IT dipilih karena abad 21 ditandai dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat sehingga seluruh aktivitas manusia di dunia begitu bergantung dengan teknologi.

“Pondok pesantren pemrograman komputer yang dikhususkan bagi santri perempuan atau santriwati ini bisa disebut sebagai yang pertama di Indonesia bahkan dunia,” kata dia.

Sebanyak 11 santriwati telah terseleksi dari ratusan pelamar dari berbagai daerah di Indonesia sebagai angkatan pertama. Mereka yang berasal dari latar belakang pendidikan mulai dari SMA hingga kuliah itu disebutnya akan mondok selama tiga bulan.

Yenny mengatakan, para santri juga akan dididik menjadi sosok yang moderat dan berjiwa toleran serta menjunjung kebhinekaan sebagai ciri Indonesia. “Tujuan kami para santriwati ini ke depan tak hanya melek teknologi, tapi juga mampu membendung narasi-narasi kebencian yang banyak disebar di dunia maya,” kata Yenny.

Untuk materi–materi agama dan pengajian, Yenny menuturkan, pesantrennya mengadopsi referensi keagamaan yang moderat. Seperti kitab risalah ahlussunnah wal jamaah karya Hadaratus Syeikh KH. Hasyim Asyari, Kitab Adabul ‘alimwal muta’alim tentang etika, Fathul qorib tentang fiqh (tata laksana dan hukum dalam Islam).

Gunawan Susanto, Country General Manager AWS Indonesia, yang hadir secara virtual menyatakan melihat peluang kolaborasi bersama Pesantren Programer Qoryatus Salam, FDS dan AWS Indonesia akan memperkuat iklim digital di Indonesia.

“pesantren ini akan menjadi model sarana pemberdayaan perempuan melalui pemberian kesempatan belajar dalam bidang teknologi, dan juga menjadi contoh pengelolaan pesantren dilakukan secara modern, melalui digitalisasi,” kata Mantan Mahasiswa Studi administrasi publik di Universitas Harvard, Boston itu.(**)

 

Berita Terkait

Wabup Tojo Una-Una Tegaskan Tata Kelola Pendidikan Kunci Cetak Generasi Unggul
NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026 – 2031
Aliansi Mahasiswa Pertanyakan Pembongkaran Sarana Olahraga Masyarakat Matabas itu Telah Lama Digunakan Warga
Satlantas Polres Situbondo Sosialisasikan Larangan Truk ODOL, Cegah Laka dan Kerusakan Jalan
Apel Korpri Kecamatan Jatibanteng Perkuat Semangat Pengabdian dan Sinergi Pelayanan Masyarakat
SMP Negeri Mirqan Edukasi Cinta Rupiah dan Salurkan Bantuan Perlengkapan Belajar bagi Siswa
Semarak Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Ribuan Warga Padati Pawai SIC
Mengetuk Pintu Hijrah di Tahun Baru Islam, Refleksi 1 Muharram 1448 H di Tengah Krisis Moral dan Kegelisahan Zaman

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:33 WITA

Wabup Tojo Una-Una Tegaskan Tata Kelola Pendidikan Kunci Cetak Generasi Unggul

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:21 WITA

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026 – 2031

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:42 WITA

Aliansi Mahasiswa Pertanyakan Pembongkaran Sarana Olahraga Masyarakat Matabas itu Telah Lama Digunakan Warga

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:28 WITA

Satlantas Polres Situbondo Sosialisasikan Larangan Truk ODOL, Cegah Laka dan Kerusakan Jalan

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:05 WITA

Apel Korpri Kecamatan Jatibanteng Perkuat Semangat Pengabdian dan Sinergi Pelayanan Masyarakat

Berita Terbaru