SUARAUTARA.COM, Buol – Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) Ke – 96 Tahun 2022 digelar Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Buol yang dipusatkan di Mushollah KantorKementrian Agama (Kemenag), dihadiri langsung Bupati Buol dr. H. Amirudin Rauf, Sp.Og, M.Si., Ahad (07/02/2022).

Kegiatan peringatan Harla Nu itu diisi dengan berbagai agenda diantaranya Zikir bersama, Do’a, Shalawat, dan Tauziah.
Bupati Amirudin Rauf dalam sambutanya menyebutkan bahwa atasnama pemerintah daerah memberikan apresiasi dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan oleh organisasi keagamaan ditengah – tengah era perubahan yang begitu besar, dan hal ini menjadi sesuatu yang sangat di perlukan, untuk apa, tiada lain untuk menindak beberapa dekade sebelumnya kita masih berada pada suatu keadaan dimana pemberitaan itu harus berada di sekelompok orang yang namanya Pers, Wartawan, Tetapi di erah kemajuan sekarang ini yang namanya sumber berita adalah setiap orang, setiap orang bisa menjadi sumber berita, dan bisa di sampaikan sesaat dan kemudian bisa menyebar keseluru penjuru dalam waktu singkat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” rumusnya adalah segala sesuatu yang di sampaikan kepada masyarakat secara terus menerus, walau pun itu tidak benar, akan di terima menjadi satu kebenaran, seperti itu rumusnya, sesuatu yang salah, sesuatu yang keliru yang tidak benar bilaterus menerus di sampaikan maka masyarakat akan melihat sebagai sesuatu yang benar “ ujarnya.
Maka kondisi semacam hal diatas membutuhkan peran organisasi – organisasi keagamaan sebagai penyeimbang dari kemajuan teknologi yang harus kita kedepankan. ” Oleh karna itu apa yang di lakukan oleh Nahdlatul Ulama malam ini, bukan saja menjadi kebutuhan internal NU, tetapi sebetulnya menjadi kebutuhan seluru masyarakat, termasuk masyarakat Buol secara keseluruh nya.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa berita – berita bukan hanya sebatas pada persoalan kemanusiaan tetapi juga ada wilayah lainnya.
” Bahaya sekarang ini yang di alami di setiap setiap Negara, bukan lagi pada kekuatan persenjataan, aneksasi yang dilakukan oleh satu Negara ke Negara lain itu tidak lagi mengandalkan persenjataan, tetapi serangan yang dilakukan saat ini yang sangat berbahaya yang masuk sampai ke rumah – rumah kita bahkan ke bilik – bilik kamar kita. itulah yang di sebut serangan teknologi yang kemudian bisa saja memberikan pengaruh terburuk dalam hidup “. Tuturnya
” Hanya agama yang bisa menjawap segala macam persoalan persoalan itu, persoalan kita sekarang ini jangankan menghadapi serangan cyber, mestinya sudah harus kita pikirkan. Namun parahnya kita masih sibuk, dengan urusan kita sendiri, masih sibuk dengan antara umat islam sendiri, antara satu dengan yang lainnya “. imbuhnya.
Mengutip dengan apa yang disampaikan oleh guru bangsa kita mendiang Abdurahman Wahid (Gusdur), ” orang orang yang suka bertentang mengatas namakan agama sejatihnya mereka tidak mengerti serta tidak memiliki kemampuan untuk menjelaskan agamanya. Dan jika ada orang orang yang bertentangan mengatasnamakan agama maka mereka adalah orang yang belum paham, belum mengerti, belum bisa menjelaskan bgaimana eksistensi keberadaan agamanya “. Tutup Bupati
Acara tersebut dirangkaikan dengan penyerahan Sertifikat PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) PAC (Pimpinan Anak Cabang) Kec. Biau oleh Bupati Buol.
Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Buol, Ustadz Nurkhairi, S.Ag, M,Ag dan jajaran pengurus NU, Ketua PC GP Ansor Moh.Syam Manto,S,KM dan jajaran pengurus, Ketua Fatayat Treis Majid, dan PC PMII Kabupaten Buol.
(prokopim/editor : can)
























