Diduga Dapur MBG Tombo Potong Gaji Relawan Sepihak, Kepala SPPG Beralasan Disiplin

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi.

Foto : Ilustrasi.

Suarautara.com,TOUNA– Pengelolaan Dapur Makan Bergizi Gratis di Tombo kini menjadi sorotan. Langkah Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Tombo, Abdurrahman, S.Pd., yang melakukan pemotongan gaji para relawan secara sepihak memicu keresahan di lingkungan kerja.

Salah satu relawan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku tidak mengetahui dasar aturan dan transparansi dari pemotongan upah tersebut.

“Gaji kami dipotong setiap kali ada keterlambatan masuk kerja. Kami tidak tahu dana yang dipotong itu digunakan untuk apa,” ujar relawan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pekerja terkait adanya praktik pemotongan liar di balik kebijakan internal tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Jumat, 15 Mei 2026, Kepala SPPG Tombo, Abdurrahman.S.Pd., membenarkan adanya kebijakan pemotongan upah. Ia berdalih tindakan itu murni untuk menegakkan kedisiplinan dan profesionalitas relawan.

“Kami memberikan toleransi keterlambatan lewat dari 10 menit, bahkan hingga 15 menit masih ditoleransi, dengan kesempatan tiga kali terlambat dalam sepekan. Potongan yang diberikan hanya Rp15.000 dalam satu kali gajian,” jelas Abdurrahman.

Ia menambahkan bahwa pada awal operasional dapur MBG, sistem pemotongan gaji tidak diberlakukan.

“Karena keterlambatan para relawan memicu keterlambatan distribusi pangan, kami memutuskan menerapkan pemotongan agar relawan lebih profesional dan disiplin,” ujarnya.

Kebijakan lokal yang diambil pihak SPPG Tombo dinilai berbenturan dengan regulasi resmi Kepala Badan Gizi Nasional . BGN sebelumnya menegaskan bahwa honor relawan harus dibayarkan penuh sesuai standar dan tidak boleh dipotong dengan alasan apa pun.

Atas kegaduhan ini, Ketua Satgas MBG Kabupaten Tojo Una-Una diminta segera turun tangan memberikan tanggapan resmi dan mengevaluasi aturan sepihak tersebut agar tidak merugikan hak para pekerja di lapangan.

(Agung)

Berita Terkait

LBH Rakyat Desak Polisi Profesional Usut Dugaan Penghinaan Seorang Jurnalis oleh Pejabat
Tiga Dusun Krisis Air Bersih, Pemerintah Desa Dan Warga Kamarora B Bergerak Cepat 
Kapolres Banggai AKBP Wayan Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek Tekankan Pelayanan Humanis
Warga Madu Gondo Menjerit: Ingin Sertifikat Bayar Murah, Malah Sertifikat Disinyalir Digadaikan Kades
Kapolres Banggai Terima Silaturahmi Mahasiswa Untika Luwuk Perkuat Sinergi dan Dialog
Polsek Nuhon Terima Kunjungan TK Islamiyah Bohotokong Kenalkan Polisi Sahabat Anak
Polres Banggai Redam Konflik Turnamen Hadianto Rasyid Cup 2026 Tokoh Masyarakat Diajak Jaga Kondusifitas
Dalam Sepekan, Satresnarkoba Polres Touna Ungkap 5 Kasus Narkoba, Posbakumadin Beri Apresiasi

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:16 WITA

Diduga Dapur MBG Tombo Potong Gaji Relawan Sepihak, Kepala SPPG Beralasan Disiplin

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:09 WITA

LBH Rakyat Desak Polisi Profesional Usut Dugaan Penghinaan Seorang Jurnalis oleh Pejabat

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:40 WITA

Tiga Dusun Krisis Air Bersih, Pemerintah Desa Dan Warga Kamarora B Bergerak Cepat 

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:37 WITA

Kapolres Banggai AKBP Wayan Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek Tekankan Pelayanan Humanis

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:16 WITA

Kapolres Banggai Terima Silaturahmi Mahasiswa Untika Luwuk Perkuat Sinergi dan Dialog

Berita Terbaru