Suarautara.com, Banggai – Ketua Forum Pengelola Resto Desa Pandanwangi, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, Mapan S. Majid, angkat bicara terkait pemberitaan salah satu media online yang dinilai tidak sesuai fakta di lapangan.
Dalam keterangannya kepada awak media pada Sabtu (2/5/2026) di kediamannya, Mapan yang akrab disapa Opan menegaskan bahwa para pelaku usaha resto di wilayah Toili Barat selama ini telah menjalankan usaha sesuai aturan dan melengkapi seluruh perizinan yang diperlukan.
Kalau memang ada tuduhan, seharusnya ditunjukkan bukti yang jelas. Jangan sampai pemberitaan justru merugikan kami tanpa dasar yang kuat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Semua pengelola resto di sini sudah sepakat untuk menjalankan usaha secara tertib dan sesuai aturan,” ujarnya.
Opan juga menyoroti sulitnya mendapatkan klarifikasi dari pihak media yang memberitakan isu tersebut.
Lebih lanjut Ia berharap ke depan ada komunikasi terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berdampak pada para pelaku usaha.
Senada dengan itu, keterangan dari pihak Cafe Bintang melalui karyawan yang juga kasir berinisial DV (30) menjelaskan bahwa kejadian yang sempat viral bermula dari aktivitas pengunjung yang merekam dan mengambil gambar tanpa izin.
Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman hingga diunggah ke media sosial (FB) dengan narasi yang dinilai tidak sesuai.
Kejadiannya hanya sebatas pengunjung bernyanyi dan membuat video untuk kenang-kenangan.
Namun kemudian muncul unggahan dengan kata-kata yang tidak baik, sehingga menimbulkan persepsi negatif,” jelasnya.
Sementara itu, karyawan lain bernama Ayu turut membenarkan bahwa aktivitas dokumentasi oleh pengunjung sebenarnya hal yang biasa terjadi, namun dalam kasus tersebut menimbulkan ketidaknyamanan karena dilakukan tanpa persetujuan.
Di sisi lain, pemilik Resto Bandung, Linda, juga menyatakan keberatannya atas pemberitaan yang menyebut adanya dugaan pelanggaran serius seperti perdagangan anak.
Sehingga Ia menegaskan bahwa selama ini usaha yang dijalankannya tidak pernah terlibat dalam aktivitas ilegal.
Selama ini kami berusaha secara baik dan tidak pernah ada masalah, baik dengan masyarakat maupun pihak berwenang.
Tiba-tiba muncul tuduhan seperti itu tentu sangat merugikan dan mencemarkan nama baik kami,” tegas Linda.
Ia juga menyoroti adanya dugaan penggunaan gambar yang tidak sesuai dengan lokasi usaha yang disebutkan dalam pemberitaan, sehingga semakin memperkuat kesan informasi yang tidak akurat.
Para pelaku usaha resto di Pandanwangi berharap agar ke depan tidak ada lagi pemberitaan sepihak tanpa konfirmasi.
Mereka meminta media untuk menjunjung tinggi prinsip jurnalistik dengan melakukan verifikasi dan klarifikasi sebelum mempublikasikan informasi.
Kami terbuka jika ada yang ingin dikonfirmasi. Harapannya, situasi bisa kembali kondusif dan usaha kami tetap berjalan dengan baik tanpa ada stigma negatif,” tutup Opan.(AM’oks69)






















