Suarautara.com, SITUBONDO — Situasi gawat darurat yang mengancam nyawa bisa terjadi kapan saja dan di mana saja saat anggota kepolisian sedang bertugas di lapangan. Guna membekali anggotanya dalam menghadapi kondisi kritis tersebut, Bagian SDM Polres Situbondo menggelar pelatihan peningkatan kemampuan personel Polri tentang Basic Life Support (BLS), Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Rupatama Tantya Sudhirajati ini menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Situbondo. Menariknya, salah satu narasumber ahli yang dihadirkan adalah dr. Kartika Ikrama Shafirlana, Sp.O.G., yang tak lain merupakan Ketua Bhayangkari Cabang Situbondo, Ny. Lana Bayu AS. Ia turun langsung membagikan keahlian medisnya bersama dr. Budiman Bahagia, Sp.An., dan tim dokter dari IDI Situbondo.
Acara yang juga digelar dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 dan Hari Bhayangkara ke-80 ini dibuka oleh Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc. Hadir mendampingi, Wakapolres Kompol Toni Irawan, S.H., M.H., diikuti Pejabat Utama Polres Situbondo, Kapolsek Jajaran, Perwira Staf, serta anggota Polres Situbondo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya pelatihan medis dasar ini bagi setiap anggota Polri yang kerap menjadi orang pertama di lokasi kejadian (TKP).
“Personel yang hadir harus mampu mengimplementasikan pelatihan ini jika menemui situasi gawat darurat, atau membutuhkan penanganan yang cepat sebelum bantuan medis tiba di lokasi. Dalam hal ini tentunya membutuhkan keahlian dan pengetahuan yang mencukupi bagi personel Polri,” tegas Kapolres.
Saking pentingnya keahlian pertolongan pertama ini, Kapolres meminta seluruh jajarannya untuk menyerap ilmu yang diberikan narasumber dengan sebaik-baiknya.
“Saya berharap para personel dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius dan sungguh-sungguh. Karena yang tidak lulus di akhir tes nanti tidak boleh pulang. Sehingga diharapkan pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya dengan nada tegas.
Kapolres Situbondo juga menitipkan tiga pesan moral penting. Ia meminta anggotanya untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, meniatkan tugas kedinasan sebagai ibadah, serta tidak pernah bosan untuk bersyukur atas keberhasilan yang telah diraih.
Dalam sesi materi, para Narasumber bersama tim IDI Situbondo memberikan pembekalan terkait Bantuan Hidup Dasar. Poin yang paling ditekankan adalah soal “Golden Time” atau waktu emas penyelamatan, di mana otak manusia hanya mampu bertahan 4 menit tanpa suplai oksigen. Oleh karena itu, personel diajarkan urutan sistematis pertolongan DRC-ABCD (Danger, Response, Call for Help, Airway & Breathing, Compression, dan Defibrillation).
Selain penanganan henti jantung atau napas, para polisi juga dilatih memberikan pertolongan awal pada insiden sehari-hari. Beberapa di antaranya meliputi penanganan korban tersengat listrik, luka bakar, pendarahan, keracunan gas, hingga deteksi dini jika menemui warga yang tersedak, kejang, atau mengalami serangan jantung dan stroke mendadak.
Rangkaian acara kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab dan praktik langsung penanganan medis darurat (BLS) yang didampingi oleh narasumber dan tim dokter dari IDI Situbondo. Sebagai tambahan informasi, pihak kepolisian dan tenaga medis juga mengimbau masyarakat maupun petugas di lapangan untuk segera menghubungi layanan Public Safety Center (PSC) 119 di nomor 082265000119 jika menjumpai situasi darurat medis. (***/HUMAS Polres)






















