PALEMBANG – Polda Sumatera Selatan memperkuat pengamanan arus mudik Lebaran melalui sejumlah langkah strategis pada hari kedua pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, Sabtu (14/3/2026).
Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pengantongan kendaraan bersumbu tiga ke atas di Pos Lantas Sumarlin KM 225 yang berada di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, tepatnya di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
Kebijakan ini bertujuan memisahkan kendaraan logistik bermuatan besar dengan kendaraan pribadi pemudik agar arus lalu lintas di jalur lintas Sumatera tetap lancar serta meminimalisir potensi kemacetan dan kecelakaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Polda Sumsel juga menyiagakan Tim Urai Macet yang terdiri dari personel Direktorat Lalu Lintas dan Direktorat Samapta. Tim tersebut ditempatkan di kawasan Timbangan KM 12 Banyuasin untuk melakukan patroli bergerak dan rekayasa lalu lintas apabila terjadi peningkatan volume kendaraan.
Pengamanan arus mudik juga diperkuat di wilayah Lubuk Linggau melalui optimalisasi empat pos strategis, yakni Pos Pelayanan Stasiun, Pos Terpadu Lippo, Pos Pengamanan Simpang Periuk, dan Pos Pengamanan Petanang.
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, menegaskan koordinasi lintas satuan menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan arus mudik tahun ini.
“Pengantongan kendaraan berat di perbatasan, pengaktifan Tim Urai Macet, serta pemantauan di seluruh pos merupakan langkah strategis agar perjalanan pemudik tetap aman dan lancar,” ujarnya.
Melalui langkah tersebut, Polda Sumsel berkomitmen memastikan arus mudik Lebaran di wilayah Sumatera Selatan berlangsung aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan nyaman hingga tiba di tujuan.***
























