OKU TIMUR – Kualitas pembangunan infrastruktur yang dikerjakan melalui sektor Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur menuai sorotan tajam dari masyarakat. Sejumlah proyek rabat beton atau pamel jalan yang rampung pada 2025 dilaporkan mengalami kerusakan hanya dalam hitungan bulan.
Kerusakan tersebut ditemukan di dua titik berbeda, yakni di Jalan Puncak 5 yang berbatasan dengan Desa Tegal Rejo dan menghubungkan ke Jalan Sukarame, serta di wilayah Desa Pujorahayu, Kecamatan Belitang.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan pada lokasi pertama, material batu pada konstruksi rabat beton mulai keluar dari permukaan jalan. Sementara di lokasi kedua, terlihat adanya celah dan retakan di beberapa bagian badan jalan, meski proyek tersebut baru selesai sekitar tiga bulan lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menilai kualitas pembangunan terkesan tidak maksimal dan terkesan dikerjakan tanpa pengawasan ketat.
“Pembangunan jalan ini kayaknya akan cepat rusak. Baru seumur jagung sudah kelihatan batu-batunya keluar. Kualitasnya buruk,” ujarnya kepada awak media ini beberapa waktu lalu.
Menurutnya, akses jalan tersebut sangat vital bagi aktivitas warga, mulai dari mobilitas antar desa, pengangkutan hasil pertanian, hingga akses ke sekolah dan puskesmas. Kerusakan dini tentu berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
“Kami jelas kecewa. Kalau tidak salah baru tiga bulan selesai, tapi sudah banyak yang terbelah di beberapa titik. Seakan-akan tidak pernah diawasi saat pengerjaan,” tambahnya.
Keluhan ini memunculkan pertanyaan publik terkait proses pengawasan teknis dan pengendalian mutu selama pekerjaan berlangsung. Sejumlah warga menilai proyek pemerintah seharusnya tidak hanya berorientasi pada target penyelesaian fisik, tetapi juga menjamin kualitas dan daya tahan konstruksi dalam jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Timur mengenai keluhan tersebut. Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh, pengecekan lapangan, serta transparansi terkait penggunaan anggaran dan standar mutu yang diterapkan dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur.
Warga pun mendesak agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna memastikan kualitas pembangunan benar-benar sesuai spesifikasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dan tidak sekadar “seumur jagung.” (yes I)

























