BUOL, SUARAUTARA.COM – Kerukunan Warga Totabuan (KWT) di Kabupaten Buol menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Dukungan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperpendek rentang kendali pemerintahan, serta memperkuat identitas dan pelayanan publik bagi masyarakat Bolaang Mongondow Raya, baik di daerah asal maupun perantauan.
Perwakilan Kerukunan Warga Totabuan Buol menegaskan bahwa aspirasi pembentukan Provinsi BMR merupakan cita-cita lama masyarakat Totabuan yang terus diperjuangkan secara konstitusional dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami warga Totabuan di Buol mendukung penuh pemekaran Provinsi BMR.
Ini adalah perjuangan bersama demi pemerataan pembangunan dan masa depan generasi mendatang,” ujar salah satu pengurus KWT Buol.
Dukungan juga disampaikan oleh tokoh agama dan pendidik, Muh.Nur Korompot, yang merupakan warga Buol keturunan Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Ia menilai pemekaran Provinsi BMR sebagai ikhtiar strategis untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan sosial keagamaan.
“Sebagai tokoh agama dan pendidik, saya memandang pemekaran Provinsi BMR sebagai langkah positif untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ini harus diperjuangkan dengan cara-cara yang konstitusional dan tetap menjaga persatuan,” ujar Muh.Nur Korompot.
Kesediaan Muh.Nur Korompot atas amanah Pemda Kabupaten Buol untuk menangani urusan kerja sama Program PSDKU Universitas Tadulako (Untad) di Kabupaten Buol.
Sebagai wujud kontribusinya dalam menjembatani pemerintah daerah dengan institusi pendidikan tinggi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bumi Pogogul.
Dukungan terhadap pemekaran Provinsi BMR juga datang dari tokoh perempuan sekaligus pengusaha konstruksi, Amas Korompot.
Ia menilai pembentukan provinsi baru akan membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal serta memperluas peran perempuan dalam pembangunan daerah.
“Pemekaran Provinsi BMR bukan hanya soal administrasi pemerintahan, tetapi juga membuka ruang usaha, lapangan kerja, dan kemandirian ekonomi masyarakat. Perempuan harus menjadi bagian penting dalam proses pembangunan ini,” ujar Asma Korompot.
Sebagai pelaku usaha di sektor konstruksi, Amas menilai kehadiran Provinsi BMR akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi daerah dan peluang usaha bagi pelaku lokal.
Tak hanya dari para tokoh, dukungan pemekaran Provinsi BMR juga mengalir dari para keturunan Bolaang Mongondow Raya yang berprofesi sebagai pejabat daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), insan pers, serta masyarakat umum keturunan Totabuan yang bermukim dan beraktivitas di Kabupaten Buol, Bumi Pogogul.
Soliditas dukungan lintas profesi tersebut mencerminkan kuatnya ikatan emosional dan historis masyarakat BMR di perantauan terhadap tanah leluhur.
Sebagai wujud komitmen bersama untuk mendorong pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya demi pembangunan yang lebih merata, berkeadilan, dan berkelanjutan.[ucan]
























