BUOL, SUARAUTARA.COM – Utusan Khusus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Tadulako (Untad), Drs. Moh. Nur Korompot, M.Si, bersama Koordinator Program Pascasarjana Untad Palu, Moh. Jasmin Hasyim, melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Buol, Muhammad Singara, Jumat (30/01/2026), di Kantor Dinas Dikbud Kabupaten Buol.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan Kampus PSDKU Untad Buol menjelang kedatangan tim evaluasi dari Universitas Tadulako yang dijadwalkan hadir pada paruh waktu bulan depan, menjelang bulan suci Ramadhan.
Drs. Moh. Nur Korompot, M.Si menyampaikan harapan agar Dinas Dikbud Kabupaten Buol dapat turut memonitor dan memastikan kesiapan pembelajaran di kampus tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mohon kiranya Pak Kadis dapat berkenan datang langsung ke Kampus PSDKU untuk memonitor persiapan pembelajaran. Tim evaluasi yang datang nantinya kemungkinan besar juga akan dihadiri oleh dua profesor asal Buol, yakni Prof. Jamaludin Sakung dan Prof. Syamsulrizal Suleman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kehadiran tim evaluasi tersebut merupakan bagian dari proses pematangan serta penjaminan mutu sebelum pelaksanaan pembelajaran secara penuh di Kampus PSDKU Buol.
Program Magister Manajemen Sudah Berjalan
Sementara itu, Koordinator Program Pascasarjana Untad Palu, Moh. Jasmin Hasyim, memaparkan perkembangan perkuliahan Program Magister Manajemen yang saat ini sedang berjalan di Buol.
Program tersebut diikuti oleh 26 mahasiswa dan merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Pemerintah Daerah Kabupaten Buol dan Universitas Tadulako dalam pengembangan pendidikan tinggi di daerah.
Kadis Dikbud: PSDKU Sangat Strategis bagi Buol
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Buol, Muhammad Singara, menyatakan komitmen penuh dalam mendukung keberadaan dan pengembangan PSDKU di Buol. Menurutnya, keberadaan PSDKU memiliki nilai strategis karena masyarakat Buol memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan.
“PSDKU ini sangat bernilai strategis bagi Buol. Orang Buol itu gemar dengan pendidikan. Kita punya embrio sejarah pendidikan yang kuat. Kita mengenal sosok Suleman Binol, SH, maestro hukum dari Timur Indonesia, yang pada masanya mampu menembus pendidikan di Batavia bahkan hingga Leiden, Belanda, bersama kakaknya Kartini Binol,” ungkapnya.
Ia menegaskan akan segera mengundang berbagai pihak untuk membahas penguatan sektor pendidikan di Kabupaten Buol.
“Saya akan mengundang para pihak, kita bicara bersama di ruangan dinas ini. Kita tuntaskan urusan pendidikan ini,” tegasnya.
Penguatan Muatan Lokal dan Karakter
Selain penguatan pendidikan tinggi, Dinas Dikbud Kabupaten Buol juga tengah mendorong penguatan muatan lokal di sekolah-sekolah, terutama yang berbasis budi pekerti, nilai akhlak, serta pendidikan keagamaan sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.
Silaturahmi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buol dan Universitas Tadulako dalam mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi yang berkelanjutan di daerah.[red]






















