Pemdes Kokobuka Antisipasi Efisiensi Anggaran dengan Pengurangan Insentif

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemdes Kokobuka Antisipasi Efisiensi Anggaran dengan Pengurangan Insentif

Pemdes Kokobuka Antisipasi Efisiensi Anggaran dengan Pengurangan Insentif

BUOL, SUARAUTARA.COM – Menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berlaku secara menyeluruh bagi desa-desa di Indonesia, Pemerintah Desa Kokobuka melakukan langkah antisipatif dengan mengurangi jumlah penerima insentif perangkat desa.

Kepala Desa Kokobuka, Ardianto Palante, kepada Suarautara.com mengungkapkan bahwa kondisi keterbatasan anggaran berdampak pada kemampuan pemerintah desa dalam merealisasikan seluruh aspirasi masyarakat, khususnya pada pembangunan fisik.

Menurutnya, selain efisiensi anggaran, desa juga dibebani sejumlah program prioritas nasional yang harus dilaksanakan bersama, seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan penanganan stunting, yang membutuhkan alokasi anggaran dan perhatian serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aspirasi masyarakat untuk pembangunan fisik tentu menjadi perhatian kami, namun tidak semuanya bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran serta adanya program prioritas seperti KDMP dan penanganan stunting yang wajib dilaksanakan oleh seluruh desa di Kabupaten Buol,” jelas Ardianto, Selasa (20/1/2026).

Terkait pengurangan insentif, Ardianto menjelaskan bahwa jumlah penerima mengalami penyesuaian signifikan. Dari sebelumnya 96 orang, kini berkurang menjadi 43 orang penerima insentif di Desa Kokobuka.

“Pengurangan ini terpaksa kami lakukan sebagai bagian dari penyesuaian anggaran desa agar program prioritas tetap berjalan,” tambahnya.

Sementara itu, untuk kegiatan fisik tahun anggaran 2026, Pemerintah Desa Kokobuka hanya memprioritaskan pembangunan pelurusan saluran sungai. Pasalnya, kondisi sungai tersebut saat ini dinilai sudah mengancam pemukiman warga di sekitarnya.

“Pelurusan saluran sungai menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan warga. Kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan,” pungkas Ardianto.[ucan]

Berita Terkait

Dandim 0823/Situbondo Pimpin Groundbreaking Jembatan Garuda, Wujudkan Akses Aman bagi Warga Tambak Ukir
TNI Perkuat Sinergi Warga dan Tenaga Kesehatan dalam Upaya Cegah Stunting
Regu Fahmil Qur’an Buol Lolos ke Final MTQ Sulteng 2026 Usai Tekuk Morut dan Toli-Toli
Hari Pertama MTQ: Kafilah Kabupaten Buol Turunkan 13 Peserta Terbaik di Berbagai Arena Lomba
Bunda PAUD Buol Terima Penghargaan dari Kemendikdasmen atas Partisipasi Tertinggi se-Sulteng
Wabup Buol Hadiri Malam Ta’aruf MTQ ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulteng di Sigi
Tampilkan Miniatur Masjid Megah, Rombongan Kabupaten Buol Curi Perhatian di Pawai Ta’aruf Sigi
Lolos Verifikasi Administrasi, 49 Kafilah Asal Buol Siap Tempur di MTQ Sigi

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:59 WITA

Dandim 0823/Situbondo Pimpin Groundbreaking Jembatan Garuda, Wujudkan Akses Aman bagi Warga Tambak Ukir

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:45 WITA

TNI Perkuat Sinergi Warga dan Tenaga Kesehatan dalam Upaya Cegah Stunting

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:25 WITA

Regu Fahmil Qur’an Buol Lolos ke Final MTQ Sulteng 2026 Usai Tekuk Morut dan Toli-Toli

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:03 WITA

Hari Pertama MTQ: Kafilah Kabupaten Buol Turunkan 13 Peserta Terbaik di Berbagai Arena Lomba

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:27 WITA

Bunda PAUD Buol Terima Penghargaan dari Kemendikdasmen atas Partisipasi Tertinggi se-Sulteng

Berita Terbaru