Suarautara.com, Banggai – Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banggai bekerja sama dengan BNPB Pusat serta melibatkan para akademisi dalam penyelenggaraan Pelatihan Dasar Bencana bertema “Belajar Sekarang, Tangguh Saat Bencana Datang.”
Kegiatan yang digelar sejak Senin, 24 hingga Jumat, 29 November 2023 ini berlangsung di Hotel Shantika Luwuk, Kelurahan Tambang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas aparatur pemerintah, akademisi, serta pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di wilayah Kabupaten Banggai yang memiliki kerawanan multisektor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, Jajad Suarjat, S.Pd., M.Si (Han), narasumber dari BNPB Pusat, menyampaikan materi mengenai dasar-dasar manajemen bencana, mitigasi, hingga langkah strategis pencegahan.
Jajad mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai sangat aktif dan komunikatif.
Peserta sangat interaktif, semangat, dan cepat memahami materi. Saya menilai 60–70% materi terserap dengan baik dan ini penting untuk sosialisasi ke masyarakat.
Harapan kami, seluruh masyarakat di berbagai lapisan memiliki kemampuan yang sama dalam kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kesiapsiagaan tingkat keluarga sangat krusial.
Penelitian di Jepang menunjukkan bahwa 90% korban bencana selamat karena pertolongan dari keluarga sendiri, bukan tim penyelamat.
Maka edukasi kebencanaan dalam keluarga adalah kunci.”
Salah satu peserta pelatihan, Assoc. Prof. Dr. B. Dwicahya, S.KM., M.Kes, Dosen FKM Untika Luwuk sekaligus Ketua Forum Pencegahan Risiko Bencana (FPRB) Banggai, menilai pelatihan ini sangat penting bagi penguatan kapasitas FPRB yang baru saja dibentuk dan dikukuhkan oleh Wakil Bupati Banggai.
Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya sebagai Ketua FPRB. Ilmu yang didapat sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan manajemen bencana.
Saya berharap ilmu tersebut dapat langsung diterapkan dalam masyarakat untuk meningkatkan kontribusi dalam pengurangan risiko bencana,” ujarnya.
Dr. Dwicahya, bersama Sekretaris FPRB Abdul Rahman Lazadin dan Bendahara Kurniati Kasmayadi, menjadi tiga dari total 40 peserta pelatihan yang berasal dari berbagai lembaga dan organisasi.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengurangan risiko bencana, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Pelatihan Dasar Bencana ini diharapkan mampu memperkuat ketangguhan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat langsung di lapangan.
Harapan kami, masyarakat dari semua lapisan memiliki kemampuan yang sama dalam kesiapsiagaan.
Pemahaman evakuasi, mitigasi, hingga penanganan awal sangat penting untuk meminimalkan risiko korban saat bencana terjadi,” imbuh Jajad.
Dengan adanya pelatihan ini, BPBD Banggai bersama BNPB Pusat berkomitmen meningkatkan kapasitas kelembagaan dan partisipasi masyarakat demi mewujudkan daerah yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana.
( AM’oks69 )
























