Touna, SuaraUtara.com — Koordinator Lapangan (Korlap) Frontal Touna, Muhamat Salam, mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una untuk segera merealisasikan pembangunan kampus di wilayah Amoana, Kecamatan Ratolindo. Desakan itu disampaikan saat Frontal Touna menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Tojo Una-Una, Selasa (24/11/2025).
Dalam orasinya, Muhamat Salam menegaskan bahwa pembangunan kampus merupakan kebutuhan mendesak bagi generasi muda Touna. Banyak lulusan SMA dan SMK yang belum dapat melanjutkan pendidikan tinggi karena faktor jarak, biaya, dan minimnya fasilitas pendidikan di daerah.
“Hari ini kami hadir untuk menuntut keseriusan pemerintah. Pembangunan kampus harus menjadi prioritas demi masa depan pemuda Touna,” ujar Muhamat Salam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai wilayah Amoana memiliki potensi besar sebagai kawasan pendidikan karena lokasinya strategis dan dekat dengan pusat pertumbuhan kota.
DPRD Touna Apresiasi Aspirasi Pemuda, Tiga Anggota Dewan Terima Massa Aksi.
Aspirasi Frontal Touna kemudian diterima langsung oleh anggota DPRD Tojo Una-Una, masing-masing:
Abdul Hatab Aba — Anggota Komisi I, Silvana Musili — Anggota Komisi I, dan Asrun Taurenta — Ketua Komisi II.
Ketiga legislator tersebut menyambut langsung perwakilan aksi dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian Frontal Touna terhadap pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Tojo Una-Una.
Dalam sambutannta legislatif menilai bahwa aspirasi yang disampaikan pemuda sangat penting untuk menjadi masukan dalam proses penyusunan kebijakan daerah.
“Kami mengapresiasi langkah Frontal Touna yang menyampaikan aspirasi secara tertib dan substantif. Pendidikan memang harus menjadi perhatian bersama,” ujar salah satu anleg Touna.
Sementara itu, anggota Komisi I Abdul Hatab Aba menegaskan bahwa pihak DPRD siap membawa aspirasi tersebut ke ruang pembahasan.
“Ini masukan berharga. Kami siap menindaklanjuti dan membahasnya dalam rapat-rapat resmi,” tandasnya.
Silvana Musili juga memberikan dukungan moral kepada pemuda yang hadir.
“Suara seperti ini harus terus disampaikan. Pemuda punya peran besar dalam mendorong perubahan,” ujarnya.
Dalam penutup aksi, Muhamat Salam menegaskan bahwa Frontal Touna akan terus mengawal aspirasi tersebut hingga adanya respon konkret dari Pemerintah Daerah Tojo Una-Una.
“Kami tidak akan berhenti. Ini bukan untuk kelompok kami, tetapi untuk pendidikan generasi Touna ke depan,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemda Touna belum memberikan tanggapan terkait tuntutan pembangunan kampus di Amoana.***






















