Jangan Cederai Profesi Guru Bupati Banggai Amirudin Lantik Pengurus PGRI Masa Bakti XXIII Periode 2025-2030

Senin, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com, Banggai – Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM., AIFO., menegaskan agar profesi guru jangan dicederai Guru sebagai Simbol Pendidikan berkarakter.

Hal itu ia sampaikan saat melantik pengurus dan kelengkapan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banggai masa bakti XXIII periode 2025–2030, Senin (15/9/2025), di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai, Luwuk Selatan.

Berdasarkan Surat Keputusan Pengurus PGRI Provinsi Sulawesi Tengah Nomor: 138/KEP/PGRISulteng/XXIII/2025, menetapkan Jamil Hasyim sebagai Ketua PGRI Banggai untuk periode 2025–2030.

Ketua PGRI Jamil Hasyim.S.Pd dan Sekertaris Nurdin Basyarewan.S.Pd kembali terpilih setelah melalui Konferensi Kabupaten pada Juli lalu.

Dalam sambutannya, Bupati Amirudin yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina PGRI Banggai menekankan pentingnya peran guru dalam pembangunan daerah.

Guru bukan hanya pendidik, tetapi juga teladan dan pembimbing bagi generasi muda,” ujarnya.

Ia berharap PGRI mampu menjadi wadah perekat dan pemersatu para guru di Kabupaten Banggai.

Sebagai bentuk penghargaan, Amirudin bahkan mengusulkan agar pengurus PGRI diberi jabatan, termasuk kesempatan menjadi kepala sekolah.

Pengurus ini sumpahnya sebagai pengabdian. Jadi pemerintah tidak boleh memandang sebelah mata,” tegasnya.

Bupati Amirudin juga menyinggung persoalan kurangnya tenaga pendidik di pelosok. Ia mengusulkan agar guru berstatus PPPK Paruh Waktu dapat ditempatkan di sekolah-sekolah yang masih minim guru.

Selain itu, ia membuka peluang rotasi guru di sekolah yang jumlah pendidiknya berlebih untuk ditempatkan di daerah terpencil.

Pada kesempatan itu, Amirudin turut mengukuhkan Hj. Syamsuarni Amirudin sebagai Ibunda Guru Kabupaten Banggai.

Menurutnya, figur Ibunda Guru menjadi simbol kasih sayang, kepedulian, serta penguatan moral dan spiritual bagi para pendidik.

Semoga dengan adanya figur Ibunda Guru, makin mempererat ikatan batin antara guru, murid, dan masyarakat,” tandasnya.
( AM’oks69 )

Berita Terkait

Bukan Sekadar Seremonial Lurah Soho Wismoyo Jadikan Hari Kamis Momentum Bersih Bersih Bersama
Perketat Pengamanan Waspel Gabungan TNI – Polri Gagalkan Pengiriman Miras Cap Tikus Lintas Provinsi
Wujudkan Persatuan, Kasdim 0823 Situbondo Hadiri Upacara Sumpah Pemuda Bersama Seluruh Elemen Masyarakat
Pembangunan Drainase Ruas Lamongan R.239 kec Arjasa Diduga Kuat Sarat Pengurangan Volume dan Minim Pengawasan
Pembangunan Drainase Ruas Kertosari – Pasar Hewan Diduga Kuat Sarat Pengurangan Volume dan Minim Pengawasan
Batas Wilayah Soho Jadi Perhatian Pemuda ASOKA Thamin Nasir Minta Pemda Telusuri Jejak Sejarah Kampung Asam
Satresnarkoba Polres Tojo Una-Una Kembali Ringkus Seorang Pemuda Terkait Dugaan Kasus Sabu
Babinsa Koramil 14 Jatibanteng Dampingi Posyandu Balita dan Lansia, Dukung Kesehatan Warga

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:40 WITA

Bukan Sekadar Seremonial Lurah Soho Wismoyo Jadikan Hari Kamis Momentum Bersih Bersih Bersama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:30 WITA

Perketat Pengamanan Waspel Gabungan TNI – Polri Gagalkan Pengiriman Miras Cap Tikus Lintas Provinsi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:22 WITA

Wujudkan Persatuan, Kasdim 0823 Situbondo Hadiri Upacara Sumpah Pemuda Bersama Seluruh Elemen Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:11 WITA

Pembangunan Drainase Ruas Lamongan R.239 kec Arjasa Diduga Kuat Sarat Pengurangan Volume dan Minim Pengawasan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:36 WITA

Pembangunan Drainase Ruas Kertosari – Pasar Hewan Diduga Kuat Sarat Pengurangan Volume dan Minim Pengawasan

Berita Terbaru