Berani Sehat, Dinkes Buol Launching Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)

Kamis, 7 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berani Sehat, Dinkes Buol Launching Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)
Buol, Suarautara.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah Dinas Kesehatan telah melaunching Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), Berani Sehat bertempat di SD 15 Leok satu. Launching BIAS ini menandai semangat dan kesepakatan gerak langkah dalam mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah Tahun 2025.
Kadis Kesehatan Gamar A Lahamade menyatakan BIAS adalah imunisasi tambahan yang diberikan kepada anak kelas 1, 2, 5 dan 6 Sekolah Dasar untuk menyempurnakan perlindungan dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi, ” Ucapnya
Mari, bersama kita satukan semangat dan gerak langkah dari berbagai sektor untuk sukseskan BIAS dan Imunisasi berani sehat untuk generasi emas tahun 2025 program ini bertujuan menyiapkan dan melindungi anak kabupaten Buol Sulawesi Tengah menuju Indonesia Emas Tahun 2045, ” Ungkap Kadiskes Buol pada media ini Kamis 7 Agustus 2025
Ronald R. Laindjong,S.KM, M.Kes Kabid Pelayananan dan SDK Dinkes Buol menjelaskan  kepada media ini Dinas Kesehatan Buol telah menggelar program nasional Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025 di bulan Agustus dan November. Program ini menyasar anak-anak usia sekolah dasar (SD) SMP di seluruh Kabupaten Buol.
Bulan Imunisasi Anak Sekolah merupakan upaya melindungi anak-anak SD SMP dari penyakit berbahaya, seperti campak, rubela, difteri, tetanus, dan kanker leher rahim. Berikut informasi seputar BIAS 2025.
Apa itu BIAS?
Sumber dari Kemenkes, Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) adalah kegiatan nasional meliputi pemberian imunisasi pada anak usia SD/MI/ bentuk lain yang sederajat yang dilaksanakan dua kali setahun. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah penyakit campak, rubela, difteri,tetanus neonatorum, dan kanker leher rahim yang merupakan masalah kesehatan di Indonesia.
Seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuh anak terhadap beberapa penyakit bisa menurun sehingga butuh dosis penguat untuk menjaga kekebalan tersebut. Anak juga mendapat kesempatan melengkapi perlindungan terhadap penyakit dan mendapat imunisasi pada usia ideal untuk mencegah penyakit.
Sasaran Bulan Imunisasi Anak Sekolah 2025
Bagi anak sekolah, imunisasi BIAS diberikan di sekolah, madrasah, dan pesantren. Anak usia sekolah yang tidak sekolah dapat mengikuti BIAS di puskesmas, posyandu, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Perlu diperhatikan, anak yang terlewat saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di sekolah, harus tetap mendapatkan imunisasi. Hubungi guru UKS untuk dilaporkan ke Puskesmas terdekat.
Berikut sasaran program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025:
✓ Kelas 1 SD atau anak usia 7 tahun
✓ Kelas 2 SD atau anak usia 8 tahun
✓ Kelas 5 SD atau anak usia 11 tahun
✓ Kelas 6 SD atau anak usia 12 tahun
✓ Kelas 9 atau usia 15 tahun
Ini jadwal pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025. Kelas 1 SD atau anak usia 7 tahun:
✓ Jenis vaksin: Campak Rubela
✓ Waktu: Bulan Agustus
✓ Dosis pemberian: Satu kali
✓ Jenis vaksin: DT
✓ Waktu: Bulan November
✓ Dosis pemberian: Satu kali untuk Kelas 2 SD atau anak usia 8 tahun:
Jenis vaksin: Td
Waktu: Bulan November
Dosis pemberian: Satu kali untuk Kelas 5 SD atau anak usia 11 tahun:
Jenis vaksin HPV Waktu: Bulan Agustus. Dosis pemberian: Satu kali
Jenis vaksin: Td
Waktu: Bulan November
Dosis pemberian: Satu kali untuk Kelas 6 SD atau anak usia 12 tahun:
✓ Jenis vaksin: HPV Bulan Agustus
Dosis pemberian: Satu kali untuk Kelas 9 atau usia 15 tahun:
Bagaimana Jika Ada Keluhan setelah Imunisasi?
Sebelum kegiatan imunisasi, ini hal-hal yang harus dipersiapkan.
Pastikan anak dalam kondisi sehat.
Anak harus sudah sarapan/makan sebelum berangkat ke sekolah.
Orang tua/pengasuh mengisi formulir skrining kesehatan yang diberikan oleh sekolah.
Imunisasi dalam kegiatan BIAS aman. Keluhan yang mungkin terjadi biasanya ringan, seperti: demam ringan, nyeri, kemerahan atau bengkak di tempat suntikan. Ini yang dapat dilakukan jika muncul keluhan:
Jika demam, dapat diberikan obat penurun panas. Jika bengkak dapat dikompres air dingin. Keluhan-keluhan ini biasanya hilang dalam beberapa hari.
Jika keluhan tidak membaik dalam tiga hari tetap tenang, segera lapor ke Puskesmas terdekat. (Red)

Berita Terkait

Wakil Bupati Buol Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Akurasi Data untuk Kebijakan Daerah
Pemkab Buol Dorong Penyelesaian Konflik Koperasi Plasma Bukit Pionoto Lewat Musyawarah
Resmi Ditutup, Ini Daftar Lengkap Juara MTQ ke-31 Sulteng: Palu Juara Umum, Buol Masuk 10 Besar
Bupati Risharyudi Temui Wamenkop RI Guna Dorong Ekonomi Kerakyatan di Buol
Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Buol Gandeng PIP Kemenkeu untuk Pembiayaan Sektor Produktif
Akselerasi Pembangunan Sekolah Rakyat, Pemkab Buol Kantongi Rekomendasi dari Sekjen Kemensos RI
Regu Fahmil Qur’an Buol Lolos ke Final MTQ Sulteng 2026 Usai Tekuk Morut dan Toli-Toli
Hari Pertama MTQ: Kafilah Kabupaten Buol Turunkan 13 Peserta Terbaik di Berbagai Arena Lomba

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:11 WITA

Wakil Bupati Buol Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Akurasi Data untuk Kebijakan Daerah

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:41 WITA

Pemkab Buol Dorong Penyelesaian Konflik Koperasi Plasma Bukit Pionoto Lewat Musyawarah

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:29 WITA

Resmi Ditutup, Ini Daftar Lengkap Juara MTQ ke-31 Sulteng: Palu Juara Umum, Buol Masuk 10 Besar

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:25 WITA

Bupati Risharyudi Temui Wamenkop RI Guna Dorong Ekonomi Kerakyatan di Buol

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:15 WITA

Perkuat Ekonomi Daerah, Pemkab Buol Gandeng PIP Kemenkeu untuk Pembiayaan Sektor Produktif

Berita Terbaru