BOLMONG, SUARAUTARA.COM – Demi memastikan ketersediaan atau stok beras aman di wilayah kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) hari raya Natal dan jelang pergantian tahun Baru. Pemerintah kabupaten Bolmong melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) lakukan Inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah usaha gilingan beras di wilayah Bolmong.
Menurut Kepala DKP Bolmong I Wayan Mudiyasa, bersama dengan tim DKP dan pimpinan cabang Bulog Bolmong Raya dan Pimpinan Bulog Provinsi Sulawesi Utara, melakukan sidak di 20 usaha gilingan beras di kecamatan Dumoga Raya.
Tak hanya itu, timnya lagi lakukan sidak Tomo, ritel dan kios – kios. Ini kata dia, memastikan stok beras apakah aman atau tidak menjelang Natal dan tahun baru (Nataru).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iya, hasil sidak di lapangan Stok beras aman dan harga beras mengalami penurunan,” katanya Rabu, (25/12/2024).
Ia mengatakan pengambilan beras di usaha gilingan setempat kisaran harga 12 – 13 ribu rupiah.
Kesempatan itu, para usaha pemilik gilingan meminta kepada perum Bulog agar segera menstabilkan harga beras sehingga petani tidak terus merugi.
“Pemilik gilingan berharap agar bulog sendiri mengambil beras lokal dulu. Jangan mengambil beras dari daerah lain,” ungkap Wayan.

Anjloknya harga beras, kata dia akibat banyak beras luar dari Sulawesi Utara masuk di daerah kita. Dengan itu terjadi deflasi harga beras di tingkat konsumen.
“Sementara untuk harga 12 komoditi lainnya masih relatif aman dan Terkendali,” tandas Wayan.
Turut lakukan sidak selain tim DKP yakni Pimpinan wilayah bulog provinsi sulawesi utara, dan pimpinan cabang bulog bolmong raya. (Yono).
























